Selasa, 15 September 2009 - 15:54:07 WIB
Zakat Membuka Pintu Rezeki
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA
- Dibaca: 304 kali
Percayakah Anda, zakat dapat membuka pintu rezeki? Meyakini bahwa rezeki yang kita keluarkan di jalan Allah akan dibalas sepuluh kali lipat bahkan lebih? Kita akan merasakan efek dahsyatnya sedekah bila kita merasakan manfaat dari sedekah yang kita keluarkan, karena salah satu motor penggerak yang efektif mempengaruhi seseorang melakukan tindakan itu bila ia mengetahui keuntungan dari tindakan yang sedang mereka lakukan.
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir berisi seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan, Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah [2] : 261).
Zakat dalam Islam berarti "menyucikan" dan "mengembangkan", dengan mengeluarkan zakat bukan hanya bermanfaat menyucikan harta milik kita, tetapi juga melipatgandakan harta tersebut. Tidak masuk akal awam tampaknya, tapi ini adalah janji Allah. Dari jalan mana saja Allah Maha Kuasa untuk menambah rezeki bagi orang yang gemar berzakat. "Berikan hartamu maka Aku akan memberi padamu", (HR. Bukhori dan Muslim).
Seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan terkenal, Jack Spratt, mengatakan "Sungguh mengagumkan, bagaimana suatu perubahan yang sederhana dalam pemikiran dapat mempengaruhi jalannya seluruh karier seseorang". Seseorang yang mengganti sikap "keluar untuk memperoleh sesuatu" dengan sistem "keluar untuk memberi sesuatu" akan mendobrak dinding penghalang antara manusia serta mendapatkan sifat-sifat kreatif dalam dirinya sendiri. Kuncinya terletak pada sikap pengorbanan kita menggunakan waktu maupun uang. Jadi untuk memperoleh hal-hal yang baik dalam hidup ini, kita harus memberi terlebih dahulu, karena ini merupakan hukum kelimpahan/ hukum kemakmuran.
Bila kita mengamati potensi dana umat dari sektor ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) menurut versi hasil studi PBB yaitu mencapai Rp 19,3 triliun pertahun. Nilai ini di dapat dari rata-rata sumbangan keluarga Muslim Rp 409.267 dalam bentuk cash dan Rp 148.200 dalam bentuk barang pertahun kemudian dikalikan dengan jumlah keluarga Muslim di Indonesia sebanyak 34,5 juta, maka total dana yang didapat Rp 14,2 triliun, selain itu juga terdapat sumbangan dalam bentuk barang mencapai Rp 5,1 triliun.
Jadi bila dilihat dari potensi ini, bangsa kita membutuhkan banyak pahlawan pemberdaya. Pahlawan yang bukan hanya berkutat dengan teori semata, tetapi juga cerdas dan terampil mengaplikasikan ilmunya serta memiliki idealisme yang tinggi untuk menyejahterakan ummat. Sehingga potensi dana yang besar ini terkelola dan terdistribusi secara merata kepada orang-orang yang layak menerimanya.
Dengan adanya fenomena kecanduan berzakat maka akan terlahir istilah si kaya makin kaya, si miskin jadi kaya sehingga kaya dan miskin sama-sama masuk syurga. Semoga. Wallahua'lam bishawab. (Kartini Eka Sari)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




