Senin, 24 Agustus 2009 - 14:00:04 WIB
Warga Gaza Sediakan Rumah untuk Relawan Indonesia
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik
- Dibaca: 278 kaliKeberadaan sejumlah relawan dari Indonesia untuk menyalurkan bantuan bagi para korban serangan Israel di Gaza, Palestina, disambut baik warga setempat. Sejumlah warga menyediakan rumahnya sebagai penginapan.
Misalnya dialami tim kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD) yang sudah beberapa hari berada di Gaza. Dua orang anggota tim tersebut saat ini menginap di rumah seorang warga yang berada di kawasan Jabaliya Utara.
"Mereka antusias, bahkan bisa dikatakan mendesak, mengajak menginap di rumahnya. Sudah beberapa malam di Gaza, kita menginap dari rumah yang satu ke rumah warga yang lainnya. Jadinya lebih membaur dan merasakan bagaimana perasaan mereka," ujar Sunaryo Adhiatmoko, Koordinator Tim Kemanusiaan DD melalui telepon dari Gaza City, Jumat (30/1/2009).
Menurut Sunaryo, ajakan itu pada satu sisi semakin mempererat silaturrahim, pada sisi lain juga membuat tim relawan menjadi semakin kuat keinginannya untuk memberikan bantuan yang lebih lagi bagi warga Gaza yang menderita akibat serangan Israel sejak Desember 2008 lalu, dan kemudian berlanjut lagi setelah sempat ada gencatan senjata beberapa hari.
Disebutkan Sunaryo, sebagian relawan Indonesia lainnya banyak yang menginap di hotel-hotel relatif sederhana yang berada di Gaza City. Sementara beberapa relawan asing lainnya menginap di hotel yang lebih baik.
Kendati disebut sederhana, namun tarifnya kamar hotel tersebut terbilang lumayan. Untuk kamar yang biasa-biasa saja, setara dengan US$ 50, sementara yang lebih bagus sedikit bisa mencapai US$ 150. Umumnya pembayaran menggunakan mata uang Israel, shekel.
"Kita dari DD semula memang berencana mencari penginapan yang paling murah yang ada di Gaza, namun ajakan warga sulit ditolak. Mereka bahkan menyediakan makanan dan memuliakan tamu dengan baik. Jadi kita terus menerus tinggal di rumah warga," ujar Sunaryo.
Nah, ketika tim relawan ini akan meninggalkan rumah tersebut keesokan harinya, giliran pemilik rumah yang didesak untuk menerima semacam kompensasi menginap dan makan. Sering kali pemilik rumah menolak, dan menyatakan mereka tidak meminta bayaran apapun. Akhirnya dipilih cara dengan memberi jajan anak. Cara seperti ini umumnya manjur.







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




