Kamis, 08 Oktober 2009 - 11:45:01 WIB

Sedekah mempermudah urusan saya
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Keajaiban Sedekah - Dibaca: 380 kali


Jauh sebelum mengenal konsep keajaiban sedekah, secara pribadi saya telah merasakan hikmah dan manfaat dari amalan sedekah. Tahun 2001, saya lulus dari pendidikan saya di jurusan Ekonomi Akuntansi Universitas IBA. Sama seperti lulusan lain pada waktu itu, saya juga memasukkan lamaran pekerjaan ke sana ke mari.

Saya sampai bernazar, kalau saya diterima bekerja, pekerjaan apapun itu, seluruh gaji saya akan saya belikan kambing. Dan seluruhnya akan saya berikan kepada tetangga sekitar yang tidak mampu. Padahal sampai saat itu, saya belum menerima konsep keajaiban sedekah sebagaimana hitungan matematikanya Ustadz Yusuf Mansyur. Tapi saya yakin, bahwa kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan berbalik kepada diri kita sendiri. Dan dengan cara inilah saya mewujudkan rasa syukur atas rizki yang saya peroleh.

Sampai kurang lebih satu tahun kemudian, tepatnya di awal 2002, saya diterima sebagai wartawan di salah satu media lokal di Palembang. Alangkah senangnya saya waktu itu, langsung saja, saya belikan seekor kambing. Pada waktu itu gaji yang saya terima, 'hanya' sebesar Rp 300.000.  Kambing saya beli Rp 290.000 dan sisa Rp 10.000 saya berikan kepada anak muda yang membawakan kambing saya tersebut. Ada sedikit keanehan yang terjadi. Pada waktu kambing tersebut saya gulingkan ketika akan disembelih. Sang kambing sama sekali tidak memberontak. Malah dengan pasrahnya ia meletakkan kepalanya sendiri di atas tanah. Seolah ia tahu bahwa ia menjadi penebus nazar saya.

Padahal, waktu itu hanya dua orang yang memegang keempat kakinya, selain saya yang bertugas menyembelihnya sendiri. Entah hikmah apa yang dapat saya simpulkan dari peristiwa tersebut. Setelah saya sembelih kemudian dimasak, lalu saya bagi-bagikan ke tetangga yang tak mampu.  

Selama bekerja, alhamdulillah saya tidak menemui hambatan yang berarti. Bahkan pernah, suatu saat Pemimpin Umum tempat saya bekerja, meminta saya diganti. Karena dianggap tidak mampu dengan bidang pekerjaan saya. Padahal saya sama sekali tidak merasa ada kekurangan dengan pekerjaan saya. Tapi, Pemimpin Redaksi menahan saya. Di matanya saya masih mempunyai potensi lebih. Lagi pula, secara struktural sebuah institusi media, yang berhak mengatur saya hanyalah pimred, bukanlah seorang Pemimpin Umum. Akhirnya, saya bisa menyelesaikan pekerjaan sampai benar-benar habis kontrak dan mengundurkan diri dengan sewajarnya.

Keluar dari koran tersebut, saya pindah ke media lokal lain yang baru saja dibuka tahun 2005. Di sini saya diterima sebagai asisten redaktur untuk desk Daerah. Dengan gaji dan fasilitas yang lebih tinggi daripada tempat pekerjaan yang lama. Di sini pun saya tidak melupakan untuk tetap memberi dan bersedekah. Ditambah juga dengan amalan yang lain. Entah itu memotong kambing, puasa sunnah Senin-Kamis, hingga menegakkan tahajud tiap malam.

Saat sekarang, bila ingin menyembelih kambing, pagi hari saya tinggal menelpon tukang kambing dan memintanya menyembelih, lalu memasaknya dan langsung diantar ke panti asuhan yang saya pilih. Sorenya, saya tinggal menerima telpon dari pihak panti bahwa kiriman masakan kambingnya telah sampai. "Enak pak, ini anak-anak sedang makan", kata pengurusnya. Mendengar mereka berbahagia dengan pemberian saja, rasanya cukuplah menjadi penyejuk hati ini.

Alhamdulillah, mungkin memang telah menjadi bagian dari keberkahan sedekah, saat ini keadaan perekonomian keluarga saya boleh dibilang telah tercukupi. Setelah sebelumnya, terutama pada masa awal-awal menikah, saya sampai harus menjual cincin kawin istri saya. Akibat kebutuhan sehari-hari yang terasa terus membengkak.

Entah mungkin berkah sedekah atau amalan-amalan yang saya tunaikan tersebut, saya merasa senantiasa mendapat kemudahan dalam mengarungi kehidupan berkeluarga. Apalagi, saat ini istri telah diangkat menjadi PNS sebagai seorang dosen di Poltek Sriwijaya. Saya pun bisa menyelesaikan cicilan sepeda motor dan berencana mau mengambil rumah sederhana untuk berteduh di masa tua kelak dan membesarkan kedua anak saya. (Sebagaimana diceritakan oleh Edward, Wartawan/KJ-04)


1 Komentar :

d-miracles
24 April 2010 - 23:57:46 WIB

Saya setuju, bahwa sedekah mempermudah urusan kita. Krn hal itu juga sering saya alami. keep posting..!
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling