Senin, 12 Oktober 2009 - 11:38:48 WIB
DSIM Memberangkatkan Tim Kemanusiaan ke Padang
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 148 kaliSehari pasca terjadi gempa yang mengguncang Sumatera Barat, tim DSIM memberangkatkan tim relawan kemanusiaan ke Padang. Kamis (1/10), pukul 16.30 dua orang tim advance DSIM dengan perlengkapan medis ditugaskan untuk memberikan bantuan kesehatan sekaligus melihat keadaan secara langsung di lapangan. Dua orang yang ditunjuk tersebut, dr Agus Marsyal (penanggung jawab LKC) dan Anton Da Karola (Tim Media). Mereka berangkat bersama 12 orang relawan kemanusiaan lainnya yang juga mempunyai tujuan sama melalui jalur darat.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 18 jam, tim tiba di Solok Sabtu (2/10) untuk membeli perlengkapan medis dan perlengkapan yang dibutuhkan. Setelah istirahat sejenak, tim melanjutkan perjalanan menembus jalan yang sebagian besar terhalang oleh tebing-tebing kritis terancam longsor. Pukul 14.00 tim selamat sampai di Kota Padang. Suasana sepanjang jalan sungguh mengiris hati. Di mana-mana yang terlihat hanyalah runtuhan gedung dan dinding-dinding rumah yang retak. Banyak gedung bertingkat yang roboh, masyarakat sudah ramai mengantri BBM di setiap SPBU. Pasokan air bersih terputus dan listrik mati, ditambah lagi sinyal telekomunikasi yang terbatas. Tim langsung melapor dan berkoordinasi dengan Dompet Dhuafa (DD) Singgalang, jejaring DD Republika yang ada di kota Padang. Kondisi kantor harian ini pun ikut diterjang gempa.
Setelah beristirahat, pukul 17.00 tim memutuskan untuk segera meninjau pusat gempa di Kabupaten Padang Pariaman, mobil hampir tidak bisa berjalan, akibat padatnya arus manusia dan kendaraan yang memadati jalan. Menjelang Maghrib kondisi mulai gelap, nampak beberapa tenda sudah berdiri di depan rumah warga. Pukul 19.30, tiba di Kecamatan Nan Sabaris, pintu pertama masuk ke Kabupaten Pariaman. Suasana sangat gelap akibat jaringan listrik yang terputus. Dan air bersih sangat sulit didapat. Karena rata-rata sumur warga yang ada, mengering dan berganti dengan air lumpur.
Hari kedua (3/10), tim berangkat ke Kecamatan Padang Sago. Hampir 99% rumah warga rusak atau roboh. Seorang tokoh masyarakat sekitar menyesalkan lambannya bantuan Pemda kepada warga, "Seharusnya mereka itu tugasnya melayani," keluhnya. Wajar saja kondisinya seperti ini, karena staf pemerintahan juga sibuk menyelamatkan keluarga mereka.
Tim segera mendirikan pos kesehatan darurat begitu tiba di Desa Limo Hindu, Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago. Pengobatan medis berlangsung dua jam, dan puluhan masyarakat terlihat antusias mendatangi layanan kesehatan tersebut. Tim melanjutkan perjalanan ke Gunung Tigo. Beberapa relawan asing sudah datang. "Kami melihat pemandangan yang sangat menyedihkan. Di antara indahnya bukit-bukit dan sawah. Bukit setinggi 30 meter nampak teriris oleh longsoran. Ada delapan titik longsor yang menimbun perumahan warga, diperkirakan 300 lebih warga hilang tertimbun" ujar Anton.
Tim SAR yang bertugas mulai kelelahan mengevakuasi, dan membersihkan lokasi longsor bahkan dengan ekskavator sekalipun. Ada beberapa mayat yang kembali ditemukan sedangkan masyarakat semakin padat mengunjungi lokasi sekedar untuk melihat-lihat sehingga jalan yang sempit semakin sulit dilalui.
Hari ke-3 (4/10) pukul 06.30, tim berangkat menuju ke Korong Kampung Koto, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulak Tapakis, bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Makassar, serta dr. Kenji dan asistennya Hayumi, tenaga medis dari Association of Medical Doctor of Asia (AMDA) mendirikan Posko Medis LKC Dompet Dhuafa yang melayani sekitar 100 warga. Pukul 13:00, di Korong Parit posko medis Dompet Dhuafa, juga melayani sekitar 100 warga. Disini tim menjumpai Leni, staf Dompet Dhuafa yang kebetulan ikut merasakan gempa dan rumahnya turut rusak. Menjelang Maghrib tim memutuskan kembali ke Kecamatan Nan Sabaris dan bersiap pulang kembali ke Palembang.
Dari kunjungan ke beberapa daerah, terlihat daerah yang sangat membutuhkan bantuan adalah Kecamatan-kecamatan yang ada di daerah Kabupaten Pariaman. Selain jarak yang sulit ditempuh, daerah ini juga yang paling parah mengalami bencana. Selain rumah yang roboh, kerusakan paling besar adalah akibat longsor. Para korban saat ini membutuhkan bantuan tenda, selimut dan bahan makanan. Rencananya tim kedua DSIM akan diberangkatkan besok Sabtu (10/10). (Tim)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




