Kamis, 15 Oktober 2009 - 10:55:41 WIB

Aturan Sederhana Kebahagiaan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA - Dibaca: 136 kali


Kebahagiaan dan kesedihan sebenarnya bak dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ada saatnya kita sedih, tapi ada kalanya juga kita akan bahagia. Bahkan, tanpa kesedihan, kita belum tentu mampu merasakan kebahagiaan. Maka wajar, sebuah kebahagiaan hanya memerlukan aturan sederhana untuk diraih.

Bebaskan diri dari kebencian, karena kebencianlah salah satu personil biang kerok yang membuat hidup kita terasa sengsara. Sahabat dekat, kalau dilihat dengan tatapan dan perasaan kebencian, bakal nampak seperti musuh bebuyutan. Saat rasa ini yang memenuhi rongga hati kita, semua tampak menyebalkan. Jadi kita harus membebaskan diri dari kebencian yang hanya bisa membuat masalah jadi tambah masalah.

Bebaskan pikiran kita dari kecemasan, karena kecemasan adalah penyebab lain yang dapat menyumbat pikiran positif kita. Semua jadi terasa sulit saat kecemasan menyesakkan dada kita.

Hiduplah sederhana, maka segalanya akan menjadi mudah. Seperti Rasulullah, yang selalu menyederhanakan kesalahan yang dilakukan orang lain. Saat beliau di tengah jalan dicegat seorang Badui yang langsung merenggut selendang Rasul, Beliau tidaklah murka seperti beberapa sahabat yang menyaksikan kejadian ini, bahkan merelakan selendangnya diambil begitu saja oleh si Badui.

Berilah lebih banyak, dan berharaplah lebih sedikit. Harapan sejati Cuma pantas kita sandarkan pada Allah semata. Dan siaplah kecewa kalau harapan kita hanya bergantung kepada manusia.

Tersenyumlah, dan semua akan terasa lebih indah, paling tidak masalah akan menjadi sedikit lebih ringan. Dan menurut penelitian secara medis, senyum hanya membutuhkan kerja syaraf muka yang lebih sedikit ketimbang cemberut.
***

Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini. Kemarin hanya jadi kenangan yang yang tidak akan kembali, sedangkan esok hanya sebatas harapan. Maka lakukan dan laluilah dengan usaha yang sebaik-baiknya (Alif/Terinspirasi dari petikan tausiyah seorang saudara)    



0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling