Kamis, 15 Oktober 2009 - 10:56:45 WIB

Kisah Si Keledai Cerdas
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Tahukah Anda - Dibaca: 198 kali


Suatu hari, seekor keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan yang konon masih sodaraan dengan kuda ini menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena sudah tidak berair. Tidak berguna menolong si kedelai, pikir si petani. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.

Setiap orang masing-masing datang dengan menenteng  sebuah sekop ditangan, dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur seperti yang diminta oleh si pemilik keledai. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia tambah menangis dengan penuh kengerian.

Tetapi kemudian, semua orang berubah takjub saat melihat si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, mereka termasuk si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang mereka lihat.

Walaupun punggungnya terus ditimpa bersekop-sekop tanah dan kotoran, si kedelai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya kekiri dan kekanan, agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah. Lalu dengan tangkas ia menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik, sedikit demi sedikit. Dan segera saja setelah timbunan tanah mencapai bibir sumur, semua orang terpesona saat menyaksikan si keledai meloncati tepi sumur serta melarikan diri.
***

Kisah kehidupan ini, sedikit banyak digambarkan layaknya kisah keledai yang terperangkap dalam sumur. Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran ke pundak kita, segala macam yang merupakan masalah dalam kehidupan kita.

Pilihannya ada di tangan kita. Apakah kita mau menjadi keledai cerdas, yang mampu mencari solusi di balik masalah yang menimpa, atau menjadi keledai bodoh dan mudah putus asa, sampai tumpukan masalah itu menimbun kita?

Masalah Kita Batu Pijakan Kita
Layaknya keledai cerdas tadi, saat berada dalam 'sumur' kesedihan, kita guncangkan segala tanah dan kotoran masalah itu dari diri kita. Begitulah seterusnya, sampai kita berhasil melangkah naik dan keluar darinya dengan pijakan masalah yang kian menumpuk.

Setiap masalah yang dihadapi merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Sedalam apa pun 'sumur' yang telah kita masuki, dengan terus berjuang dan pantang menyerah InsyaAllah kita akan mampu keluar. Jadi, tunggu apa lagi, guncangkanlah segala kerisauan yang menimpa kita dan melangkah naik! (Majalah Insan Mulia Edisi 2 Tahun 2007)



0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling