Kamis, 15 Oktober 2009 - 15:40:49 WIB

DSIM Berbagi dengan Warga Kertapati
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: DSIM Aktual - Dibaca: 143 kali


Jumat tepatnya 9 Oktober 2009, lebih dari sepekan peristiwa kebakaran di daerah kertapati ini terjadi. Tepatnya sehari setelah kejadian gempa di Padang. Tapi karena peristiwa gempa di Padang itu lebih banyak menimpa korban dan berita nya pun muncul di mana-mana, sehingga peristiwa kebakaran di Kertapati ini hanya lewat begitu saja. Walau pun tak sebanyak atau separah kejadian di Padang, saqudara-saudara kita di Kertapati pun patut diperhatikan dan diberikan bantuan.

Mengapa? Karena kejadian kebakaran tersebut telah memakan perumahan warga sebanyak 86 kepala keluarga dengan total jiwa yang kehilangan rumah sebanyak 332 orang. Tepat kejadian itu di daerah kecamatan kertapati kelurahan Ogan Baru Rt 30 dan Rt 58, yang rata-rata pemilik rumah bekerja sebagai penarik becak dan kuli bangunan.



Tim LMPI dari Lembaga Amil Zakat DSIM, datang untuk kedua kalinya untuk melihat dan memberikan bantuan dari para penyalur dana kemanusiaan. Untuk kali ini DSIM memberikan bantuan berupa paket alat sholat sebanyak 60 paket. Tim DSIM langsung menuju Posko Terpadu daerah sana, dan menyerahkan bantuan tersebut. Sepanjang perjalanan menuju posko terlihat tanah hitam yang lapang, dan sanggahan kayu yang hitam dan sudah terbakar juga, serta rumah penduduk yang sedikit menghitam mungkin akibat kena panasnya api, selain itu bau asap yang menyengat pun tercium seperti bau mercon, padahal saat itu jendela mobil DSIM sudah tertutup rapat, tapi bisa menembus celah-celah rapat itu.



Kedatangan kami disambut penjaga posko tersebut, yang juga ternyata beliau adalah pekerja social di sana. "Di posko ini selain ada beberapa warga yang ikut membantu, ada juga orang-orang dari 6 kelurahan terdekat yang juga ikut membantu. Tiga hari kejadian di awal, saya dan teman-teman berjagta di sini, terutama pak camat dan pak walikota. Pak walikota pun di malam kejadian langsung memberikan 1000 nasi  bungkus untuk para korban dan orang yang turut membantu," ujar pak Sofian.

Dari posko, kami langsung menuju tempat penampungan sementara warga. Seperti yang disebutkan oleh pak sofian, bahwa warga ditempatkan di masjid dan sekolahan. Jadi selama sepekan ini mereka melakukan aktifitas di sana, ada pula warga yang telah mendirikan rumah-rumahan, entah itu bisa dibilang sebuah rumah atau tidak, karena mereka membeli kayu seadanya, sedangkan dinding yang tidak tertutup kayu begitu juga dengan atap yang harus dilapisi genting atau seng, itu semua hanya mereka tutupi dengan bekas spanduk untuk melindungi mereka dari panas. "Rumah itu, mereka bangun, pucuk tanah mereka dewek. Bekas rumah mereka yang tebakar tula," ujar bu Salbiah (54).



"Alhamdulillah selamo di sini kalu soal makan, kami terbantu. Waktu malem setelah kejadian kami diberi bantuan nasi bungkus 1000 bungkus. Dan kami dapet sebanyak tiga kali. Dan yang kami tahu, itu bantuan dari walikota Palembang," ujar ibu Syarifah (61).

Begitu juga ujar ibu Hamidah, seorang nenek yang usianya 73 tahun mengatakan bahwa mereka juga telah mendapat uang satu juta per masing-masing kepala keluarga. Itulah yang cukup membantu mereka, dan dari uang itulah yang akan mereka belikan kayu untuk menegakkan rumah mereka. Kalau kita pikir-pikir, cukup apa dengan uang satu juta karena harga kayu pun mahal.

Terlihat wajah mereka yang sembab, akibat menangis yang terlalu lama dengan mata yang memerah, serta suara yang parau, pastinya mereka sedih sekali karena telah kehilangan rumah yang selama ini telah susah payah mereka bengun. Terutama dari tetes keringat  mereka yang harus mengayuh becak ataupun memanggul batu,  mengumpukan rupiah-rupiah hingga terbangun rumah.

Ibu Salbiah, Ibu Syarifah dan Ibu Hamidah ini sekarang tinggal di masjid untuk sementara ini. Mereka adalah kelurga yang rumahnya agak berdekatan. Ibu Salbiah adalah  menantu dari Ibu Hamidah, sedangkan ibu Syarifah adalah adik ipar ibu Hamidah, rumah mereka sama-sama habis terbakar. Ungkap ibu Syarifah, "Kami tu nak buko bareng di masjid. Tibo-tibo wong teriak galo, ngomong api-api. Aku yang sedang siap-siap bebuko, langsung be ngeloncat keluar nak jingok. Terus ado yang ngomong samo aku kalo rumah aku terbakar.

Langsung be kaki aku lemes, tapi aku tetep nak jingok, dak tau mekeno lah dak di palak, aku dak mikir lagi, yang penting aku nak jingok dulu. Hhh... ternyato bener rumah aku waktu tu lagi di santep api, aku dak  biso ngomong apo-apo lagi. Cuma biso teriak samo nangis. Cak itu juga salbiah samo ayuk hamidah, mereka nak nyelamati barang-barang tapi dak sempat lagi Cuma beras dan beberapo baju, kareno api cepet  nian bejalan. Angin hari tu besak, jadi cepet nyebar, rumah kami jugo bedempetan."

"Tapi alhamdulillah lah, kami dapet baju untuk besalin. Samo sembako untuk kami masak. Bantuan tu dak berenti, tapi dibagi kalo barang-barangnyo cukup sesuai dengan kepala keluarga. Budak-budak yang sekolah jugo sudah dikasih alat sekolah pecak buku, pena, samo seragam sekolah," ujar bu Salbiah.

Begitulah yang terjadi di kertapati, daerah kebakaran yang beritanya tidak terlalu terngiang di telinga kita akibat gempa di Padang. Tapi Alhamdulillah bantuan itu tetap mengalir hingga sekarang, terakhir hari ini dapat info kalau posko mendapat bantuan seng, dikumpulkan dari beberapa orang yang memberi totalnya ada 4230 keping seng.

Meringankan beban saudara kita dengan ikhlas, bernilai pahala di mata Allah, insya Allah. Wallahu a'lam bi showab.


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling