Rabu, 21 Oktober 2009 - 15:44:03 WIB
Uang Kaget
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Keajaiban Sedekah
- Dibaca: 275 kali
Saya ayah dari seorang puteri yang manis yang saat ini berusia 4 tahun dan seorang suami dari satu orang istri. Di usia saya yang ke 32 tahun, saya sudah bekerja lebih dari 12 tahun di perusahaan swasta dengan bidang yang sudah saya kuasai. Kira-kira setahun yang lalu di tiap bulannya saya selalu merasa kesulitan dengan kondisi keuangan kami sekeluarga. Mungkin karena si kecil sudah masuk TK dan minum susunya bertambah. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, saya masih nyambi menjadi pemain musik dari satu cafe ke cafe yang lain. Alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan Karunia-Nya sehingga saya masih bisa memberikan susu dan makan sehari-hari untuk 2 orang yang amat saya cintai.
Singkat cerita, beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga mengenai sedekah. Obrolan yang boleh dibilang hanya obrolan kosong semata.
Beberapa hari kemudian saya mendapatkan tawaran mengisi acara musik di salah satu hotel berbintang Jakarta, di salah satu bilangan Sudirman, sejurus setelah aktivitas saya selesai, saya mendapatkan uang honor. Dalam hati saya berucap, "Alhamdulillah Ya Allah.. Masih engkau berikan kemudahan rizki, paling tidak untuk 4 - 5 hari saya tidak bingung untuk membeli makan dan susu untuk si kecil". Arloji di tangan saya menunjukkan jam 22.45 ketika saya akan keluar dari parkiran, saya melihat dua anak kecil meminta-minta sumbangan. Spontan saya buka amplop 'honor' saya dan bertanya, "Adik-adik sudah makan atau belum".
Dengan lemas mereka menjawab, "Belum Om..". Terasa lemas seluruh persendian saya, terharu sekali saya mendengarnya. Entah mengapa saya langsung teringat anak saya di rumah. Tanpa berlama-lama lagi, saya memberikan beberapa rupiah dari 'honor' saya, setelah menerima beberapa rupiah tersebut anak-anak tadi melonjak-lonjak kegirangan. Alhamdulillah, dada saya langsung terasa lapang. Saya masih bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Saya langsung pulang.
Waktu berlalu, tanpa terasa sudah dua hari merambat dari peristiwa malam itu. Persediaan susu si kecil sudah mulai menipis, saya duduk termenung di meja kantor. Kapan lagi saya dapet job bermain musik seperti beberapa hari lalu. Sambil merenungkan kapan saya bisa membelikan susu anak saya lagi.
Seperti disambar gledek, tiba-tiba supervisor menyuruh saya ke divisi keuangan. "Aduuhh apa lagi ini. Apa kerjaan saya ada yang salah?" Dengan berat hati dan penuh pertanyaan-pertanyaan, saya berangkat juga. Singkat cerita, begitu mamasuki ruangan, salah seorang staf disitu menyapa saya. "Aduu..h ke mana saja mas, sudah 2 hari saya cariin tidak pernah ada". Saya hanya tersenyum seadanya..
"Tolong tanda tangan di sini mas!!" katanya. Mati aku, ada apa lagi ini? Apa yang harus saya tanda tangani. Saya ambil kertas itu dan saya baca.. "Masya Allah, Allaahu akkbar!!" Aku terpekik. Ternyata itu tanda terima uang honor yang tidak saya sangka-sangka. Dengan terharu saya menandatangani dan menerima amplop itu. Saya kembali ke meja kerja saya berpikir keras. Ada apa ini?
Apakah semudah itu saya 'berkomunikasi' dengan-Nya??? Pikir punya pikir, tiba-tiba saya teringat dengan 'obrolan' saya bersama dengan sahabat. Sujud syukur, saya kepadaNYA... ALLAH maha besar... ALLAH MAHA BESAR... mungkin kalau manusia bisa lebih berempati bahwa sesungguhnya bukti kebesaran ALLAH itu bertebaran diseluruh ruang dan waktu tapi sayang kadang kita selalu terkunci dengan hal keduniawian... MASYAALLAH ampunilah hambaMU ini dengan segala kekhilafan dan semua ketidak sempurnaan...
Terima kasih sahabat...! dan mudah-mudahan akan banyak sahabat-sahabatku yang lain terinspirasi melakukan hal yang sama bukan nilai tapi niat didalam hati itu yang lebih penting... amien







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




