Rabu, 28 Oktober 2009 - 15:40:10 WIB

Aku Tak Mau Menyusahkan Anak-anakku : Ibu Sarimah (50) Penjual Sayur keliling
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah - Dibaca: 164 kali


Jika bumi masih bisa kuat dan tahan dengan menampung orang dan semua tingkah mereka yang ada di dalamnya. Mengapa aku harus lemah untuk menghadapi hidup dan memberikan yang terbaik dari apa yang aku bisa?
  
Jika kondisi ku dalam keadaan sehat wal afiat, maka hobi ku adalah jalan-jalan. Bukan karena apa-apa, karena memang pekerjaan ku yang menuntut aku untuk terus berjalan selama beberapa jam, keluar masuk dari lorong yang satu ke lorong yang lainnya sambil membawa barang jualananku. Ya, tepatnya aku bekerja sebagai penjual sayuran. Nama lengkapku Sarimah, usia ku kini lebih dari 50 tahun. Aku memiliki tiga orang anak, tapi sejak mereka berkeluarga, mereka tinggal di rumah mereka masing-masing, entah itu ngontrak atau tidak. Yang jelas, anakku yang di Palembang hanya satu orang, sedangkan yang lainnya ada di Kayu Agung dan Jawa.

Sejak suamiku meninggal, aku tinggal sendiri di rumah. Sesekali anakku yang tinggal di Plaju akan datang menjengukku, dan memberikan uang untuk membayar rekening listrik tiap bulannya. Maklum saja dari hasil jualan sayur ini tidak terlalu cukup memenuhi. Tapi, aku masih bisa menabung. Andai orang yang membeli sayurku tidak berhutang, mungkin penghasilan ku sekitar 15 hingga 20 ribu. Tapi kalau mereka berhutang, terkadang hanya membawa 5 hingga 10 ribu rupiah saja. Uang itulah yang kugunakan untuk belanja, menabung, dan keperluan lainnya, ya semua dari hasil jualan sayur.

Tak banyak yang bisa ku lakukan, tapi aku tak ingin merepotkan  anak-anakku, karena mereka sendiri sudah repot dengan kehidupan rumah tangga mereka. Selagi aku bisa menghidupi diriku tanpa mengganggu mereka,  maka aku akan berusaha. Untuk itu aku harus menjajakan sayur dari jam 7 pagi hingga jam 10. Entah harus dibilang untung atau rugi, minimal kalo makan sayur atau lauk tiap harinya, itu bisa diambil dari hasil jualan yang tidak habis.

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesehatan padaku hingga sekarang. Sehingga bisa mengikuti pengajian yang dibina oleh LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma). Di LKC ini juga saya selalu berobat jika mengalami sakit atau kondisi badan lagi kecapekan.

Walau aku tidak bisa membaca Al Quran. Tapi aku senang jika mendengar orang-orang melantunkan Al Quran. Biasa pengajian LKC ini dilakukan dua kali dalam sebulan. Dan pesertanya adalah ibu-ibu.

Tidak banyak yang bisa kulakukan, selain beramal dan beriman serta terus belajar untuk mendapat ilmu. Mungkin belajar di kala tua, bagaikan mengukir di atas air sulitnya minta ampun, selain cepat lupa, menangkap atau pun mengerti nya susah sekali. Tapi yang namanya belajar itu tidak ada kata terlambat. Menabung untuk akhirat itu perlu dan harus, karena itu aku harus belajar mengaji.

Banyak sekali yang didapat dari pengajian LKC ini, selain belajar mengaji, kami juga belajar yang lainnya entah itu tentang shalat atau apa pun. Tidak hanya itu ada juga ceramahnya. Mungkin sekali dalam sebulan, itu seingatku. Dan harapanku sebagai orang yang sudah tua adalah aku tidak merepotkan anak-anaku, dan aku bisa membuat mereka bahagia.
 
Memang benar adanya kalau kasih orang tua itu sepanjang jalan. Tapi kasih seorang anak? Ya bagaimana dengan kita? Apakah kita sekarang memikirkan orang tua kita dan memberikan yang terbaik untuknya? Orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk kita sejak dalam kandungan, kecil hingga dewasa bahkan setelah kita menikah dan pada anak cucu kita, dia pasti menginginkan dan memberi yang terbaik untuk kita sekalipun dia tidak mampu. Karena itu kembali, peluk dan sayangilah orang tua kalian dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Allah. (Nurbaiti).


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling