Rabu, 28 Oktober 2009 - 15:41:26 WIB

Mulia vs Murka Allah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik - Dibaca: 164 kali


"Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi di surga dengan sebab kesabaran mereka." (QS. Al Furqon: 75)

Sabar, sabar dan terus bersabar dengan segala sesuatu yang kita alami baik itu hal yang menyenangkan atau bahkan yang menyedihkan sekalipun. Dengan kondisi yang kita lihat sekarang ini banyak sekali kejadian yang menimpa saudara-saudara kita, kejadian yang baru-baru ini adalah gempa bumi yang terjadi di padang, dan kebakaran yang terjadi di daerah kertapati Palembang. Itu semua ujian yang diberikan Allah dalam bentuk kesedihan. Sedangkan ujian yang berupa kebahagian pun ada yaitu waktu kita naik jabatan, punya anak, lulus ujian sekolah atau apapun. Semua itu harus bisa kita terima dengan sabar.

Berdasarkan definisi, sabar itu memiliki arti pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itu, seorang hamba akan senantiasa terjaga dari kemaksiatan, menjalankan ketaatan, serta tabah dalam menghadapi beragai cobaan. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, "Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh." Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.

Sedangkan macam-macam kesabaran itu sendiri terbagi menjadi tiga macam, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan pada Allah, sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah, dan sabar dalam mengadapi takdir-takdir Allah yang di alaminya. (Berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia yang berasal dari orang lain).

Saudara-saudara yang dicintai Allah, dengan bersabar pun kita bisa meraih kemuliaan dari Allah, selain kita taat kepada Allah dan beramal saleh. Sesuai dengan surah Al Baqarah ayat 45 yang artinya "Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat." Karena itu, sebagai hamba yang beriman, mintalah selalu pertolongan kepada Allah bukan dengan selain-Nya, insya Allah semua urusan akan menjadi mudah.

Sesuai dengan firman Allah, yang artinya "Keselamatan atas kalian adalah berkat kesabaran kalian". Siapa yang tidak mau dijamin keselamatannya oleh Allah? Pasti semua hamba Allah mengharapkan hal yang sama.

Tapi tidak hanya itu, ada juga perilaku hamba yang justru mengundang murka Allah. Buktinya, karena tidak sabaran, banyak orang melakukan hal-hal yang tidak Allah ridhai. Contohnya pergi ke dukun untuk meramalkan nasib, mau minta penglaris, minta jodoh, dan lain-lain.

"Bukan jalannya orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat." (QS. Al Fatihah : 6). Ayat ini mengandung penjelasan dua sisi penyimpangan jalan yang lurus. Menyimpang ke sisi yang satu akan menjerumuskan ke dalam kesesatan yaitu rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan menyimpang ke sisi yang lainnya akan menjerumuskan ke dalam kemurkaan yang timbul karena rusaknya niat dan amalan.

Orang-orang yang dimurkai adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran tapi justru meninggalkannya, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi. Sedangkan orang-orang yang tersesat adalah orang-orang yang meninggalkan kebenaran kerena kebodohan/tidak mau tahu seperti yang terjadi pada orang-orang Nasrani.

Sesuai dengan salah satu firman Allah yang bagian awal dari surat ini mengandung rahmat, bagian tengahnya mengandung hidayah, sedangkan bagian akhirnya mengandung nikmat. Jatah nikmat hakiki yang diperoleh hamba sesuai dengan kadar hidayah yang diterimanya. Begitu pula jatah hidayahnya sesuai dengan kadar rahmat yang dianugerahkan kepadanya. Sehingga urusan ini akhirnya semua kembali berpusat pada nikmat dan kasih sayang-Nya.

Maka barang siapa merealisasikan makna yang terkandung dalam firmannya, salah satunya surah Al Fatihah, mengilmuinya, mengetahui, dan mengamalkannya, serta turut menciptakan keadaan yang diinginkannya, sungguh dia telah meraih kejayaan terbesar dengan amalnya dan penghambaannya kepada Allah menjadi penghambaan khusus yaitu tingkatannya orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Allah di anatara kalangan orang-orang awam yang beribadah.

Jadi, saudaraku yang dicintai Allah, sesuai dengan petikan surat-surat di atas, selalu berbuatlah sesuatu yang benar-benar Allah ridhai, dan jangan sampai dimurkai-Nya. Dan gapailah kedudukan yang tinggi di surga dengan selalu meningkatkan kesabaran dan keikhlasan kita. Wallahualam bishawab.


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling