Rabu, 28 Oktober 2009 - 15:45:51 WIB

Ketika Kebaikan Dijawab Seketika
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA - Dibaca: 116 kali


Tiga orang pemuda sedang bepergian. Mereka tertahan oleh hujan dan berlindung di dalam gua di sebuah gunung. Sebongkah besar batu tiba-tiba jatuh menutupi mulut gua tersebut. Serentak dari bibir mereka terucap istigfhfar, sembari bertanya "Apa yang akan kita lakukan?". Menggeser batu yang sedemikian besar dan berat bukanlah pekerjaan yang ringan.

Akhirnya dalam keheningan yang menyelinap di antara mereka, salah seorang dari mereka berkata. "Pikirkanlah kebaikan yang pernah engkau lakukan di jalan Allah dan berdoalah kepada-Nya dengan kebaikan itu agar Allah membebaskanmu dari kesulitan yang kau hadapi."

Pemuda yang pertama pun melantun doa, "Ya Allah! Aku memiliki orangtua yang telah renta. Aku juga memiliki anak-anak yang masih kecil.

Aku memberikan susu yang aku miliki kepada kedua orangtuaku terlebih dulu sebelum memberikannya kepada anak-anakku. Suatu hari, aku pergi jauh untuk mencari tempat merumput (bagi domba-dombaku), dan tidak kembali ke rumah hingga larut malam. Aku menemukan kedua orangtuaku sudah terlelap. Aku lalu mengisi persediaan makanan dengan susu seperti biasanya dan membawa bejana susu tersebut serta meletakkannya di atas kepala mereka. Aku tak ingin membangunkan mereka dari tidurnya. Aku pun tidak ingin memberikan susu tersebut kepada anak-anakku sebelum orangtuaku, meski anak-anakku sedang menangis (kelaparan) di bawah kakiku.

Maka keadaanku dan mereka tersebut berlanjut sampai dini hari. Ya Allah! Apabila Engkau menganggapnya sebagai perbuatan yang kulakukan semata-mata hanya karena Engkau, maka tolong bukakan sebuah lubang agar kami dapat melihat langit." Maka Allah membukakan untuk mereka sebuah lubang yang dengannya mereka dapat melihat langit.

Kemudian pemuda yang kedua berdoa, "Ya Allah! Aku memiliki seorang saudara sepupu yang aku cintai seperti halnya gairah seorang pria mencintai seorang wanita. Aku telah mencoba merayunya tetapi ia menolak kecuali aku bisa memberikan uang sebanyak seratus dinar. Maka aku pun bekerja keras sampai dapat mengumpulkan seratus dinar dan aku pergi menemuinya dengan uang itu.

Namun ketika aku duduk di antara kedua kakinya, ia berkata: 'Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah! Jangan merusakku kecuali dengan cara yang sah (dengan perkawinan)!' Maka aku pun meninggalkannya. Ya Allah! Apabila Engkau menganggapnya sebagai perbuatan yang kulakukan demi Engkau semata, maka biarkanlah batu itu bergerak sedikit lagi untuk mendapatkan lubang yang lebih besar.." Seusai rintihan doa pemuda kedua, maka Allah menggeser batu tersebut hingga terbuka lubang yang lebih besar.

Dan pemuda yang ketiga berkata, "Ya Allah! Aku mempekerjakan seorang budak dengan upah sebanding dengan satu faraq beras. Ketika ia telah selesai dengan tugasnya, ia meminta upah. Namun ketika aku memberikan upah kepadanya, ia menolak untuk menerimanya. Kemudian aku tetap memberikan beras tersebut kepadanya (beberapa kali) hingga aku dapat membeli dengan harga hasil produksi, beberapa ekor sapi dan gembalanya.

Setelah itu, budak tersebut datang kepadaku dan berkata: 'Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah dan jangan berbuat tidak adil kepadaku dan berikanlah upahku.' Aku berkata padanya: 'Pergilah dan ambillah sapi-sapi itu beserta gembalanya.' Maka ia pun mengambilnya dan pergi. Maka, Ya Allah! Apabila Engkau menganggapnya sebagai perbuatan yang kulakukan semata-mata demi Engkau, maka geserlah bagian yang tersisa dari batu tersebut."

Maka Allah menggeser lagi batu itu hingga mulut gua terbuka lebar. Dan mereka pun bebas keluar dari gua tersebut. Doa mereka dijawab seketika karena simpanan kebaikan mereka. Nah saudaraku, adakah simpanan kebaikan ikhlas karena Allah, yang kita miliki hingga saat ini? Lebih banyak menurutkan kebaikan karena baik di mata manusia tapi buruk dalam penglihatan Allah atau sebaliknya? Wallahualam bishawab. (Bahtiar HS/Baperohis PT. Telkom Sumbagsel)


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling