Rabu, 28 Oktober 2009 - 15:47:56 WIB
Usaha Menggapai Kemuliaan Allah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah
- Dibaca: 198 kali
Mereka yang paling bersih imannya pada hari kiamat adalah orang yang paling sering mengintropeksi dirinya saat di dunia. Yang paling bahagia pada hari kiamat adalah orang yang paling bersedih di dunia. Orang yang paling banyak tertawa pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak menangis saat di dunia.
Ada seorang ahli ibadah yang telah meninggalkan hawa nafsunya secara total. Roh mereka terpikat dengan alam malakut. Di sana mereka menikmati keindahan hidup. Mereka melupakan segala kondisi yang terjadi di dunia baik berupa kesulitan-kelapangan, kemuliaan-kehinaan, kenistaan-kenikmatan, dan panas-dingin.
Hawa nafsu mereka telah terkendali dari merasakan semua kesenangan itu. Bahkan mereka mau memerangi segala hal demi mengecap kenikmatan dalam taqarub kepada Allah swt. Dengan demikian, mereka mampu meredam gejolak hawa nafsu mereka demi menaati Allah swt. Nabi Isa as pernah berkata, "Laparkanlah hawa nafsu kalian, buatlah ia kesusahan dan kehausan. Semoga hati kalian bisa melihat Allah SWT."
Allah SWT berfirman, "Nafsu itu benar-benar suka menyuruh yang buruk kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah." (QS. Yusuf : 83). Allah swt telah menentukan sejumlah amalan wajib dan sunnah yang mesti dilakukan serta amalan haram yang mesti dijauhkan. Siapa saja yang menjalankan amalan wajib dan sunnah serta menjauhi amalan yang haram, niscaya Allah swt memasukkannya ke dalam surga tanpa dihisab, sesuai kehendak-Nya.
Sebaliknya, siapa saja yang menjalankan amalan wajib dan sunnah tetapi dia tetap melanggar yang haram, lalu dia bertobat tetapi mengulanginya dan seterusnya seperti itu, maka dia akan merasakan dahsyatnya keguncangan hari kiamat. Setelah itu, baru Allah masukkannya ke dalam surga.
Siapa saja yang menjalankan amalan wajib dan sunnah tetapi dia tetap melanggar yang haram, maka dia akan bertemu Allah tetap sebagai seorang muslim. Apabila Allah berkehendak, Dia menyiksanya atau justru mengasihinya. Inilah tahapan yang paling pertama bagi seseorang dengan jalan bertobat. Ketika itulah diabisa berinstropeksi diri dan berlaku jujur.
Sesuai dengan firman Allah, yang artinya, "Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang." (QS. Yunus : 107).
Jika untuk mendapatkan kemulian Allah, syaratnya harus mengekang segala hawa nafsu, diniatkan hanya mengharapkan ridho dari Allah, serta akhirat menjadi tujuan akhir kita, berarti kita harus terus berusaha dan berlomba untuk bisa memberikan yang terbaik buat Allah.
Adapun untuk itu semua kekontinuitasan aktivitas ibadah kita berarti secara tidak langung kita telah menikmati manisnya iman tersebut. Dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, "Tiga sifat yang jika dimiliki orang akan mendapatkan manisnya iman; Orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari yang lain; Orang yang mencintai seseorang semata karena Allah; Dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya seperti ia tidak suka dilemparkan ke dalam kobaran api." (H.R. Bukhari-Muslim).







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




