Selasa, 03 November 2009 - 16:08:05 WIB

Berkhuznudzon kepada Allah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah - Dibaca: 348 kali


Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah iman di hati kita kepada Allah SWT karena sesungguhnya musibah yang terbesar adalah hilangnya iman di diri kita atau dengan kata lain menjadi kafir atau kufur. Bagi kita umat Islam harus yakin apapun bentuk musibah dan seberat apapun musibah yang menimpa kita itu adalah merupakan wujud kasih sayang Allah kepada kita sebagai hambaNya. Hendaknya perasaan baik sangka (khusnudzon) kepada Allah selalu kita jaga karena khusnudzon itu adalah salah satu eksistensi dari keimanan kita.

Ketika kita umat Islam ditimpa musibah maka hendaknya kita bersikap bahwa musibah itu adalah sebagai :

  1. Ujian bagi keimanan.
  2. Iman kita akan dan selalu diuji oleh Allah SWT karena sesungguhnya ujian itu tidak selalu berupa bencana atau malapetaka bahkan yang berupa kekayaan, pangkat, jabatan, kehormatan juga merupakan ujian. Dapatkah kita lulus atau tidak dengan bencana yang merenggut nyawa orang-orang yang kita cintai? Atau kehilangan harta benda kita yang berharga? Bersabarkah kita? Atau bersyukurkah kita ketika mendapat harta yang melimpah, pangkat atau jabatan yang tinggi?

  3. Pilihan/ Takdir Allah adalah yang terbaik bagi kita.
  4. Kita tidak tahu masa depan kita akan seperti apa, jangankan masa yang panjang ke depan, tahun depan, semester depan, bulan depan, minggu depan, esok hari, bahkan beberapa menit ke depan kita tidak tahu akan terjadi apa? Kita boleh saja merencanakan tapi kepastian terjadinya rencana itu hanya Allah yang menentukan.

    Ingat dengan kisah bergurunya nabi Musa as kepada nabi Khaidir as? Dalam salah satu kejadiannya nabi Khaidir dengan tiba-tiba membunuh seorang anak kecil, tentu saja nabi Musa marah besar dan tidak terima, kenapa anak kecil tak berdosa kau bunuh? Nabi Khaidir yang diberi Allah SWT sebagian kecil ilmu masa depan, mengatakan bahwa kalau anak itu dibiarkan tumbuh jadi dewasa justru akan jadi lebih buruk bahkan mengerikan bagi dia sendiri dan kedua ibu bapaknya karena anak itu akan tumbuh jadi anak yang durhaka.

    Nah akan bersyukurkah kita bila memperoleh nikmat dan akan bersabarkah kita bila ditimpa musibah?

  5. Teguran yang berupa Adzab dari Allah SWT bagi kita.
  6. Tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan milik Allah SWT. Dalam hidup kita tentu pernah melakukan maksiat, alangkah baiknya kalau kita insyaf kemudian bertaubat kepada Allah swt. Marilah kita saling introspeksi dan saling bermuhasabah atas amal dan dosa yang telah kita lakukan. (*)


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling