Selasa, 03 November 2009 - 16:23:03 WIB
Joko Santoso (16 Tahun) : Menjadi Orang Sukses, Cita-citaku
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 114 kali
Saya memiliki nama asli Joko Santoso. Buah hati dari ibu yang bernama Susanti (almh) dan ayah yang bernama Sugianto. Sekarang saya bersekolah di salaha satu SMK mengambil jurusan otomotif, di daerah BLK (Kenten Laut). Tinggal di Palembang baru sekitar dua tahun lebih, itu pun di rumah mamak dan oom (sebutan saya untuk paman dan bibi saya. Sebelum tinggal di rumah mereka, saya tinggal di rumah nenek di jalur 5.
Sejak Ibu dan nenek meninggal, akhirnya saya diajak oleh mamak dan oom untuk tinggal di rumahnya. Saya sangat bahagia sekali, ketika,mamak dan oom menanggapi keingianan saya bersekolah. Keinginan yang terbesar dari mereka adalah aku dan anak-anaknya bisa mendapat ilmu dengan bersekolah. Tapi kondisi yang tidak memungkinkan adalah keuangan tiap harinya.
Oom yang tiap harinya hanya sebagai buruh lepas, yang penghasilannya tidak pasti. Serta harus menghidupi istri, tiga anak ditambah lagi saya, apalagi harus bayar kontrak, itu semua tidak bisa mencukupi. Karena itu, saya tidak ingin hanya menerima belas kasihan saja, selain sekolah butuh biaya, saya pun mau bantu mereka. Saya pun mencoba bekerja di salah satu cucian motor, Steam Oksan di daerah Sako.
Sejak SMP kelas 2, saya telah bekerja di tempat tersebut. Cukup di awal kedatangan saja, mereka harus repot membiayai saya. Sekarang ongkos, serta buku-buku, alhamdulillah sudah bisa saya beli sendiri. Mungkin sedikit-sedikit saya juga bisa bantu mamak dan oom.
Kerja di Steam Oksan ini tidak terlalu berat, Mereka pun tidak terlalu menuntut para karyawan untuk senantiasa berada di tempat. Saya bekerja di Steam ini, sepulang sekolah. Sekolah masuk pukul 7.30 hingga jam 12.00 terkadang juga jam 14.00. Maka aku ke tempat kerja baru jam 13.00 atau jam 15.00. Kecuali hari Minggu, saya harus kerja dari pagi, karena pastinya kalau dari pagi maka uang yang bisa disimpan akan lebih banyak. Maklum, persiapan sehari-hari sekolah, sudah harus diperhitungkan, minimal untuk makan dan ongkos, saya punya.
Penghasilan yang saya peroleh tiap harinya tidak terlalu besar, standarnya 20 ribu sehari, tapi kalau lagi sepi terkadang hanya 6 ribu saja. Atau kalau mesinnya rusak, maka selama mesin itu belum benar, maka selama itu pula aku tidak bergaji. Yang cukup membahagiakan jika mendekati hari-hari lebaran, penghasilanku akan naik. Pernah sehari pendapatan saya mencapai 100 ribuan.
Selain dari mobil atau motor yang banyak dicuci, terkadang si sopir atau pemilik mobil memberikan uang lebih, ya bisa dibilang uang tambahan. Sistem di tempat kerjaku ini, bukan penghasilan tetap dan pasti, tapi sebanyak apa mobil atau motor yang dicuci hari itu, itulah gaji yang didapat. Seperti untuk mencuci satu motor, aku mendapat 2 ribu. Sedangkan untuk satu mobil, aku mendapat 5 hingga 10 ribu. Selebihnya adalah tip dari konsumen.
Selain pendapatan dari steam, alhamdulillah saya juga menerima beastudi dari DSIM. Uang yang didapat inilah, yang bisa meringankan kalau saat itu ada buku yang harus saya beli atau ketika saya tidak bekerja karena mesinnya rusak. Walau demikian, pekerjaan tidak melenakan saya. Saya harus tetap belajar rajin. Saya ingin menjadi orang sukses dan memiliki banyak uang, Sehingga bisa membantu orang lain yang hidupnya mungkin sama seperti saya. (Nurbaiti)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




