Rabu, 11 November 2009 - 11:01:09 WIB

Jiwa Kepahlawanan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik - Dibaca: 314 kali


"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki... tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (Ali Imran [3]: 169-170).

Pada 10 November bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan. Pada tanggal tersebut, telah terjadi pertempuran yang sengit antara pejuang Indonesia dan tentara sekutu pada 1945 di Surabaya. Rakyat Indonesia bahu-membahu dengan keberanian dan pengorbanannya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebanyak 16 ribu putra terbaik bangsa gugur dalam pertempuran itu.

Hal yang patut disimak dari peristiwa ini adalah adanya keberanian dan pengorbanan yang dipersembahkan mereka. Keimanan yang kuat serta keteguhannya dalam memegang nilai-nilai Islam membuat mereka dengan sukarela mengorbankan jiwa mereka untuk meraih apa yang diyakininya. Al Quran memuji ketegaran dalam perang, dan sebaliknya membenci para pengecut dan orang-orang yang takut pada risiko kematian.

Peperangan juga mampu membedakan antara pejuang yang beriman dan yang tidak beriman. Pejuang yang beriman, berjuang dengan gagah berani menyongsong kematian dengan satu keyakinan untuk menuai kehidupan nanti. Sementara pejuang yang tidak beriman, berjuang dengan penuh ketakutan, takut akan kehilangan kehidupan di dunia dengan segala isinya.

Kehidupan bagi mereka adalah perjuangan. Mereka tidak memikirkan apakah nantinya mereka akan ikut menikmati hasil perjuangan atau tidak. Mereka melakukannya untuk memperoleh bekal akhirat. Mereka melakukannya untuk dipersembahkan dan dinikmati oleh generasi berikutnya.

Kehidupan saat ini adalah hasil perjuangan para pejuang-pejuang dan para pahlawan yang dengan keberanian dan pengorbannya mampu mengusir para penjajah. Pada hari ini kita membutuhkan pahlawan-pahlawan yang berjuang bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi, tapi pahlawan yang berjuang dan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara yang sedang terpuruk ini. Para pahlawan baru yang dengan penuh dedikasi, mengamalkan apa yang Rasulullah sabdakan, "Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain." Jiwa kepahlawanan seperti ini yang harus ditumbuhkan saat ini.

Saat bangsa ini membutuhkan putra terbaik, yang rela berkorban demi kepentingan bangsa dengan dilandasi keyakinan akan kehidupan hari nanti. Jiwa kepahlawanan yang mampu mengisi seluruh relung kehidupan. Semoga jiwa-jiwa kepahlawanan yang kita miliki mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari kemelut permasalahan yang menimpanya. Wallahualam bish-shawab.


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling