Rabu, 11 November 2009 - 11:09:19 WIB
Langit Biru : Pemecahan Sinar Matahari di Atmosfer Bumi
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Tahukah Anda
- Dibaca: 218 kali
Angkasa biru yang muncul diatas kepala kita pada siang hari tidaklah berwujud benda. Ia tiada lain merupakan hasil pemecahan spektrum sinar matahari di atmosfer, sama seperti ombak laut yang kecil membentur karang di pantai kemudian pecah ke segala jurusan. Secara ilmiah telah diketahui, bahwa di dalam atmosfer bumi, bagian terbesar dari sinar matahari mengalami proses pemecahan (scattering effect), yaitu efek yang disebabkan oleh partikel-partikel udara: air, uap, dan benda-benda kecil yang mengeras dibawa oleh berbagai arus udara.
Telah diketahui juga, bahwa pemecahan cahaya tidak dapat terjadi dengan sempurna kecuali untuk gelombang yang mempunyai panjang gelombang terpendek di dalam berkas sinar yang dipancarkan matahari. Jumlah energi yang ikut terpecah berbanding terbalik dipangkatkan empat terhadap panjang gelombang yang terpecah. Jadi dengan cara demikian, jika ada dua gelombang yang satu panjangnya 0,6 mikron dan yang kedua sepanjang 0,5 mikron, maka energi yang terpecah dari gelombang pertama tadi akan menjadi :
Gelombang-gelombang biru yang dipancarkan di dalam berkas cahaya matahari sangat banyak, karena suhu permukaan matahari yang memancarkannya yang jumlahnya hingga 6000 mutlakat yang kurang sedikit dari itu. Tambahan lagi, gelombang biru ini adalah salah satu dari gelombang yang terpendek dari semua gelombang cahaya. Begitu memasuki atmosfer bumi, gelombang biru ini terpecah ke segala jurusan dan menutup ruang angkasa dengan sejumlaj warna biru.
Kejadian ini membuat angkasa kelihatan seperti kubah besar berwarna biru di atas kepala kita, walaupun sebenarnya kubah besar ini tidak ada wujudnya sama sekali dalam bentuk benda atau langit yang keras, seperti ada orang yang menduganya demikian. Angkasa biru ini tak lain adalah suatu gejala dari cahaya seperti yang telah diterangkan diatas.
Mereka yang menekuni sifat-sifat ruang angkasa tidak memerlukan bukti untuk memahami kenyataan ini. Sekalipun demikian, di bawah ini disajikan beberapa contoh agar mudah memahami masalah itu:







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




