Rabu, 11 November 2009 - 11:11:38 WIB

Mengenal Kyai Marogan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah - Dibaca: 155 kali


Kyai Marogan sebenarnya bernama lengkap Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud. Namun bagi masyarakat Palembang julukannya, "Kyai Marogan" lebih terkenal dibanding nama lengkapnya. Julukan Kyai Marogan dikarenakan lokasi masjid dan makamnya terletak di Muara Sungai Ogan Kertapati, Palembang.Mengenai waktu kelahirannya, tidak ditemukan catatan yang pasti. Ada yang mengatakan, ia lahir sekitar tahun 1811 M, dan ada pula tahun 1802.

Namun menurut sumber lisan dari zuriatnya, dan dihitung dari tahun wafatnya dalam usia 89 tahun, maka yang tepat adalah ia lahir tahun 1802 M, dan meninggal dunia pada 17 Rajab 1319 H yang bertepatan dengan 31 Oktober 1901 M.Pada waktu Kyai Marogan lahir, kesultanan Palembang sedang dalam peperangan yang sengit dengan Kolonial Belanda. Dilahirkan oleh seorang Ibu bernama Perawati yang keturunan Cina dan Ayah yang bernama Masagus H. Mahmud alias Kanang, keturunan priyayi atau ningrat. Dari surat panjang hasil keputusan Mahkamah Agama Saudi Arabia, diketahui silsilah keturunan Masagus H. Mahmud berasal dari sultan-sultan Palembang yang bernama susuhunan Abdurrahman Candi Walang.

Sultan Palembang memiliki garis keturunan dari Wali Songo (melalui Sunan Giri Ainul Yakin) dan merupakan keturunan Nabi Muhammad saw melalui jalur Husein, cucu Nabi Muhammad saw. Dari kedua orang tuanya, Kyai Marogan hanya memiliki seorang adik yang bernama Masagus KH. Abdul Aziz, yang juga menjadi seorang ulama dengan sebutan Kyai Mudo. Sebutan ini dikarenakan ia lebih muda dari Kyai Marogan. Kyai Mudo lebih dikenal di daerah Muara Enim seperti Gumay, Kertomulyo, Betung, Sukarame, Gelumbang, Lembak dan sekitarnya.Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan dari keluarga bangsawan, Kyai Marogan memperoleh pendidikan agama dengan istimewa.

Hal ini dikarenakan di dalam lingkungan kesultanan Palembang, agama Islam mempunyai tempat yang terhormat, di mana hubungan antara Negara dan agama sangat erat, sebagaimana dibuktikan oleh birokrasi agama di istana Palembang. Birokrasi ini dipimpin oleh seorang pegawai dengan gelar Pangeran Penghulu Naga Agama. Di samping itu, Kyai Marogan memperoleh pendidikan langsung dari orang tuanya yang ternyata merupakan seorang ulama besar yang lama belajar di Mekah dibawah bimbingan ulama besar seperti Syekh Abdush Shomad al-Falimbani. Setelah wafat, ayah Kyai Marogan dimakamkan di negeri Aden, Yaman Selatan.Melihat kecerdasan Kyai Marogan dalam menyerap ilmu agama kemudian orang tuanya mengirimkannya ke Mekah untuk belajar mendalami ilmu-ilmu agama.

Kyai Marogan tercatat pernah belajar ilmu-ilmu agama seperti ilmu fiqih, hadits dan tasawuf. Hal ini dapat diperoleh dari isnad-isnad yang ditulis oleh Syekh Yasin al-Fadani, mudir (pimpinan) Madrasah Darul Ulum Mekah.Kyai Marogan memiliki dua orang isteri yang bernama Masayu Maznah dan Raden Ayu salmah. Dari pernikahannya ia dikarunia tiga putra putri yaitu Masagus H. Abu Mansyur, Masagus H. Usman dan Masayu Zuhro.

Pada masa mudanya Kyai Marogan dikenal giat berbisnis di bidang saw-mill atau perkayuan. Ia memiliki dua buah pabrik penggergajian kayu. Bakat bisnis mungkin diperoleh dari ibunya yang merupakan keturunan Cina. Berkat sukses dalam bisnis kayu ini memungkinkan Kyai Marogan untuk pulang pergi ke tanah suci dan menjalankan kegiatan penyebaran dakwah di pedalaman Sumatera Selatan. Dari hasil usaha kayu ini juga Kyai Marogan mampu mendirikan sejumlah masjid yang diperuntukkan sebagai pusat pengajian dan dakwah.

Di antara ajaran Kyai Marogan yang masih melekat di sebagian penduduk Palembang, di antaranya adalah zikir: "La ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin Muhammadur Rasulullah Shadiqul Wa'dul Amin", yang berarti Tiada Tuhan Selain Allah, Raja Yang Benar dan Nyata, Muhammad adalah Rasulullah Yang Jujur dan Amanah.
 
Amalan zikir ini ternyata sampai sekarang masih dibaca oleh Wong Palembang, khususnya kaum Ibu-ibu ketika menggendong anak bayi untuk menimang atau menidurkan anaknya dengan irama yang khas dan berulang-ulang. (net)


0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (43)
From Chairman (13)
Gugah (41)
Hikmah (39)
IdeA (26)
Keajaiban Sedekah (27)
Mozaik (45)
Tahukah Anda (27)






Akikah Mulia (1)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (1)
LMPI (4)
MU (3)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (1)





• 05 Maret 2010
Peluncuran Dana Wirausaha Muda DSIM

• 25 Februari 2010
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tangga Buntung

• 24 Februari 2010
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Karya Jaya

• 24 Januari 2010
Supercamp LMPI 2010

• 14 Januari 2010
Refleksi Milad ke-8 DSIM












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com






Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling