Selasa, 22 Desember 2009 - 16:57:11 WIB

Membahagiakan Orangtua
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah - Dibaca: 319 kali


Bakti untuk bahagia. Berbakti kepada orangtua sesungguhnya merupakan kewajiban hamba Allah untuk memuliakan diri, orangtua, dan meninggikan syiar Islam, dan kalimatullah (kalimat-kalimat Allah). Memaknai bakti sebagai dorongan kebaikan, motivasi keabadian, merindu kedamaian, solusi permasalahan, memancing kesuksesan, dan menyiapkan reuni di surga yang penuh kesejahteraan.

Adapun bentuk-bentuk berbakti kepada orangtua, yaitu :
Pertama : Bergaul dengan kedua orangtua dengan cara yang baik. Dalam hadis nabi disebutkan "Memberikan kegembiraan kepada seorang mukmin termasuk sedekah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada orangtua."

Kedua : Berkata dengan keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaklah dibedakan berbicara dengan orangtua, anak, teman dan orang lain. Tidak boleh mengucapkan "ah" apalagi mencemooh serta mencaci maki, karena itu merupakan dosa besar dan betuk kedurhakaan terhadap orangtua.

Ketiga : Tawadhu (rendah diri). Tidak boleh menyombongkan diri. Walaupun telah meraih sukses. Karena ketika lahir, kita berada dalam keadaan tak berdaya dan membutuhkan pertolongan. Kedua orangtualah yang menolong, dengan memberi makan, minum, pakaian, dan pendidikan.

Keempat : Memberikan infak (sedekah) pada orangtua. Semua harta milik kita adalah milik orang tua.

Kelima : Mendoakan orang tua. Sesuai dengan ayatnya "Rabbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb ku, kasihinilah  kedua orangtuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil).

Dan apabila kedua orangtua kita telah meninggal, maka tetaplah berbakti padanya. Yaitu dengan jalan :

Selain berupaya untuk memuliakan kedua orang tua, kita pun sekuat tenaga berusaha untuk tidak melakukan perbuatan yang termasuk bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua (uququl walidain) Sebab ada hal-hal kecil, sederhana dan dianggap remeh tetapi bisa melukai hati, dan orangtua tidak ridha.

Dari paparan di atas dapat dipahami bahwa durhaka kepada orangtua cakupannya luas. Durhaka berarti melakukan maksiat, menentang dan tidak melaksanakan hak-haknya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Rabb-mu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu juga punya  hak atasmu. Karena itu berikanlah hak kepada setiap pemiliknya". (HR. Bukhari)




0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling