Selasa, 22 Desember 2009 - 17:01:07 WIB
Birrul Wallidain
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA
- Dibaca: 155 kali
"Dan Tuhan-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
(QS. Al-Isra' [17] : 23)
Birrul walidain (berbakti pada orang tua) sesungguhnya wujud ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Seperti Mush'ab bin Umair. Ia pemuda yang paling berbakti pada orangtuanya. Namun, cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya di atas cinta dan taatnya kepada kedua orangtuanya. Ini juga yang membuat orang-orang musyrik geram terhadap Muhammad saw, karena Mush'ab mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Bila Allah, Rasul dan Jihad adalah puncak ketaatan, maka berbakti kepada orangtua adalah ekspresi cinta itu sendiri. Cinta kepada Allah memberikan inspirasi untuk menaati perintah-Nya termasuk berbakti pada orang tua.
Ketika prioritas ini dilandasi mahabbatullah (cinta pada Allah), ikhlas meraih ridha-Nya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya, dikabulkan doanya dan dimudahkan segala urusannya.
Dari Abu Hurairah ra ia berkata, seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak kuberikan bakti dengan baik?" Rasul menjawab, "Ibumu,"jawab Rasul. "Lalu siapa lagi?" "Ibumu," jawab Rasul. Dia berkata, "Kemudian Siapa?" Rasul menjawab, "Ibumu." Dia berkata, "Lantas siapa lagi?" Rasul menjawab, "Ayahmu." (HR Bukhari-Muslim)
Mengapa bakti ibu lebih utama? Islam memberikan penghormatan karena kedekatan perasaan ibu terhadap anaknya. Bentuk lain penghormatan pada ibu, dan fikh prioritas berbakti kepadanya, ibu lebih berhak atas anak laki-lakinya, meski ia telah menikah. Suami adalah milik ibunya. Dia harus mendahulukan berbakti pada ibunya, lalu bapaknya, kemudian anak istrinya.
Disarikan dari pendapat Imam Al-Ghazali yang ditulis oleh Fadhullah al-jailani sebagai berikut :







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




