Rabu, 30 Desember 2009 - 13:24:50 WIB
Karakter Muslim Visioner
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah
- Dibaca: 191 kali
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?"
Pengikut-pengikut yang setia itu berkata : "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang". (QS Ash Shaaf : 14).
Berikut kriteria, seorang muslim yang benar-benar memahami tentang melihat ke depan (visioner) ini :
- Beriman kepada Allah dan Rasul, dengan sebenarnya.
- Shalih secara pribadi.
- Meningkatkan dari keshalihan pribadi menjadi keshalihan sosial, yaitu dengan melakukan amal-amal shalih yang bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain.
- Keshalihan sosial ini tersalurkan dalam bentuk gerakan bersama, yang terkordinir dengan rapi, dalam rangka mewujudkan masyarakat madani yang diatur oleh aturan-aturan Allah.
- Tak cukup hanya bervisi. Untuk mencapai tujuan di atas, kita pun harus mampu mengerahkan seluruh potensi yang di miliki. Pikiran, tenaga, bahkan harta dan jiwa demi terwujudnya keinginan tersebut.
- Seluruh gerakan hidupnya, merupakan implementasi dari pemahamannya yang utuh terhadap arti Ibadah "Sesungguhnya shalatku, qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah".
Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah banyaknya orang muslim yang menjadikan ruang lingkup Islam menjadi sempit, memahami ibadah sebatas ritual rutinitas, bahkan memahami amal sholeh sekedar amal pribadi yang tidak ada implikasi hasilnya pada orang banyak.
Padahal tingkatan paling rendah dalam beriman adalah, menyingkirkan hal yang bisa mengganggu perjalanan orang. Ini menunjukkan implikasi keimanan seseorang harus bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Sehingga tidaklah heran ketika
Rasulullah saw bersabda yang di riwayatkan oleh Ibnu Umar Ra : "Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah, menjadikan seorang muslim bahagia atau menghilangkan kesusahannya atau membayarkan hutangnya atau menghilangkan laparnya. Sungguh saya berjalan memenuhi hajat saudaraku lebih aku sukai dari pada beriktikaf satu bulan lamanya di masjid Madinah ini." (Mu'jam Ausath : 2/140).
Banyak kita dapati orang-orang yang berhati lembut, berjiwa ramah dan rahmah, kalaulah mereka mau berkumpul dan bergandengan tangan, maka amal-amal sholeh mereka akan menjadi sebuah gerakan positif yang kuat, yang bisa menjawab pelbagai permasalahan sosial umat sekarang ini.
0 Komentar :
Isi Komentar :