Selasa, 05 Januari 2010 - 16:21:21 WIB
Roihatun Nafsiah (37) : Ketua Pengurus Wilayah Salimah Sumsel
Perhatikan Tontonan Anak
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 161 kali
Zaman sekarang, sebagian besar kehidupan remaja identik dengan tren ikut-ikutan. Baik dari hal aksesoris, penampilan, pakaian, bahkan tingkah dan perilaku mereka. Seiring pula dengan kemajuan di bidang teknologi, contohnya internet. Banyak hal positif yang bisa di ambil di dalamnya, tapi kebanyakan remaja sekarang terjebak dengan sisi negatif dari internet tersebut.
Tidak hanya itu, tren dan perilaku anak muda sekarang tidak jauh beda dengan di televisi. Mengapa? Karena sesuatu atau perilaku yang terus-menerus ditampilkan maka sesuatu itu akan menjadi akan menjadi hal yang biasa.
Karena itu, peran orang tua sangatlah penting di sini. Alhamdulillah saya di karunia Allah enam orang anak, untuk itu saya harus benar-benar memilihkan yang terbaik bagi mereka terutama dalam hal tontonan. Sebagai orang tua, kita harus pandai-pandai menyeleksi tontonan apa yang layak dilihat anak, atau paling tidak kita menemani mereka saat menonton, sehingga kita bisa menjelaskan mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik buat mereka.
Anak itu suci, orangtuanyalah yang mengajak mereka menjadi nasrani, yahudi atau majusi. Saya pernah berkunjung ke LP Anak Pakjo. Di sana ada salah seorang gadis berusia 19 tahun yang harus menjalani masa tahanan selama 12 tahun karena tertangkap tangan sedang menjual narkoba. Ternyata setelah diselidiki, Ia juga pangguna sabu-sabu. Saat diajak bercerita, ia mengaku berteman dengan anak-anak yang suka menonton film porno, hingga akhirnya dia menjadi PSK.
Semua itu terjadi karena tuntutan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Tapi ada juga beberapa dari mereka awalnya karena kondisi keluarga yang selalu ribut atau kurangnya perhatian dari orang tua. Bisa karena sibuk bekerja dari pagi hingga malam. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk berkeluh kesah pada orang tua mereka.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja ini, pertama adalah faktor orang tua yang tidak paham dalam mendidik anak. Kedua adalah faktor teman sebaya, karena kebanyakan dari mereka senang dalam hal mencoba-coba. Yang ketiga faktor lingkungan, yang berperan sebagai fasilitator yang harus melengkapi tetapi membuat anak merasa tidak diperhatikan sehingga ia mengalihkan perhatian pada hal lain.
Banyak orang tua menganggap sekolah sudah cukup dalam menunjang perkembangan anak. Padahal anak masih memerlukan hal yang lebih penting adalah perhatian orang tua. Untuk itu kami di SALIMAH ini bersama-sama teman-teman sedang menggarap pendidikan untuk orang tua dan dampak-dampak dari lingkungan remaja sekarang. Yang nantinya akan disampaikan pada majelis taklim yang alhamdulillah sekarang disambut posotif para ibu-ibu.
Sebagai orang tua saya berusaha untuk membentengi anak saya dengan pondasi agama yang baik. Menyeleksi film yang akan mereka tonton, membangun komunikasi dengan mereka, serta senantiasa memberi pengarahan pada mereka. Dan tak lupa berdoa agar mereka menjadi pemuda harapan. (Nurbaiti)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




