Selasa, 05 Januari 2010 - 16:39:37 WIB
Kajian Keislaman
Selamatkan Pemuda Kita!
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik
- Dibaca: 110 kali
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (QS al-An'am [6]: 116)
Melihat kondisi yang ada di masyarakat sekarang dengan kemajuan yang canggih baik di bidang teknologi maupun dalam ilmu pengetahuan, tercipta lah manusia yang lebih banyak bersifat komsumtif dari pada produktif. Sebagian besar dari masyarakat Indonesia banyak yang bisa memberikan karya dan mengharumkan nama bangsa. Tapi di sisi lain banyak juga dari mereka yang mengalami krisis diri terutama moral anak bangsa.
Bisa dilihat dari meningkatnya kuantitas dan kualitas masalah remaja semakin dirasakan oleh semua pihak. Meningkatnya perkelahian remaja, meningkatnya kehamilan remaja di luar nikah, meningkatnya kriminalitas remaja, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh dan menyentuh.
Seolah-olah ini telah menjadi patokan bagi semua pihak, termasuk mungkin kita di dalamnya. Mereka bilang itulah lifestyle, gaya hidup yang wajib ditiru. Jika tidak, maka kita akan dibilang kuno. Itu bisa dilihat dari cara berpakaian, potongan rambut, serta barang tersier lainnya. Ambil contoh hp. Satu sama lain saling berlomba memiliki barang terbaru, dan hanya memiliki tujuan satu, "lebih baik dari yang lainnya".
Ikut-ikutan tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat menengah ke atas saja. Tapi bagi mereka yang menengah ke bawah pun berusaha mengikuti tren. Dengan berbagai macam cara untuk mendapatkannya.
Hal-hal yang sudah kacau ini malah sekarang dilengkapi dengan tontonan yang hampir semuanya menceritakan tentang fashion, style, atau tingkah laku yang sebenarnya tak perlu ditiru. Budaya Timur yang menjadi acungan jempol karena kesopanan yang dimiliki, baik dari hal pakaian maupun tingkah, sehingga membuat orang asing mau belajar kebudayaan kita. Tapi sekarang, malah kebalikan.
Mari kita lihat, sebagian dari masyarakat Indonesia mengikuti perilaku orang asing, terutama dari segi pakaian yang serba kekurangan dasar. Semakin terbuka aurat, maka semakin 'hebat'. Tak kurang pula gaya rambut warna-warni, serta tato yang hampir kehilangan cap negatif di tengah masyarakat. Tradisi sopan yang dijunjung tinggi sekarang sudah berkurang, misal dalam pengucapan salam saja, anak remaja sekarang banyak sudah melupakan hal, padahal mengaku Islam. Jangankan mendahului, menjawab saja sudah segan.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Salahkah mereka dalam mendapatkan pola pendidikan? "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, hingga mereka mengubah diri mereka sendiri" (QS Al Anfaal : 53)
Dalam perjalanan sejarah, perubahan sangat diperlukan karena sering terjadi penyimpangan yang disebabkan oleh syahwat dan kebodohan manusia. Kebodohan dan nafsu syahwat inilah yang menyebabkan kesengsaraan dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial mereka.
Untuk itu, untuk mewujudkan bangsa yang lebih maju, maka pemuda Indonesia harus merubah pikirannya yang semula konsumtif menjadi produktif dan menghasilkan karya yang pastinya semua bisa terlaksana dibantu juga dengan orang tua yang senantiasa mendukung dan memotivasi sang anak. Wallahualam bishawab.







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




