Rabu, 20 Januari 2010 - 11:51:27 WIB
Tapsiah (43 tahun); Penjahit sarung bantal
Allah Pasti Membantu, Berusahalah!
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 68 kaliSebagai penjahit, kerjaku sehari-hari tidak jauh dengan kain, benang dan jarum. Ya, tepatnya menjahit berbagai sarung bantal. Aku dan suami harus berusaha ekstra keras untuk menghidupi sembilan anak, apalagi yang terkecil baru berusia satu bulan. Demi melancarkan usaha yang kami jalankan, saya dan suami menjadi Mitra Bina Usaha Mandiri (BUM) dengan Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM).
Memiliki sembilan anak (sebelas orang, dua sudah meninggal, red) adalah rizki yang Allah berikan kepada kami. Kami berusaha selalu dan berusaha menjaga anak yang telah diberi oleh-Nya. Anak yang tertua berusia 22 tahun, dialah yang turut membantu mencari nafkah. Tapi tak bisa setiap bulan, mengingat ia hanya sebagai pekerja kontrak. Dikontrak hanya dua atau tiga bulan, itupun kalau orang membutuhkan pekerja tambahan.
Saya tinggal di lorong Benang Sari 20 Ilir, dengan kondisi rumah pas-pasan. Di rumah yang sangat sederhana ini, kami tinggal bersebelas. Walaupun orangnya banyak dan penghasilannya kecil, tapi alhamdulillah damai-damai saja.
Pernah suatu kali ketika saya hamil besar, saya dilindas motor. Alhamdulillah, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terutama dengan kandungan saya. Pada saat proses bersalin; saya memilih melahirkan di rumah, tak sanggup ke rumah sakait, mahal biayanya. Bapak yang mengajak bidan ke rumah, sekedar untuk memotong tali pusar. Umumnya, bidan yang dibayar minimal untuk mengganti ongkos jalannya. Tapi ini malah si bidan yang memberi kami uang (tersenyum). Mungkin ini salah satu nikmat yang diberi Allah pada saya dan keluarga.
Dengan kerja yang serabutan ini, saya dan anak-anak tidak pernah neko-neko, mengingat suami yang sudah seharian bekerja. Dan secara tidak langsung mereka menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Alhamdulillah, semuanya nurut. Jadi nggak perlu repot-repot ngurusnya.
Saat ini, angsuran ke DSIM sebagai mitra lumayan lancar, walau harus minta perpanjangan waktu degan pihak DSIM di akhir tahun, (tersenyum) karena untuk kebutuhan anak saya yang baru lahir ini. Hanya satu yang membuat saya yakin, Allah pasti membantu walaupun secara kondisi tidak akan memungkinkan, yang pasti kita harus terus berusaha. (Nurbaiti)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




