Rabu, 20 Januari 2010 - 11:59:12 WIB
Kajian Keislaman
Mengutamakan Orang Tua
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik
- Dibaca: 52 kali
Para ulama sepakat, bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berbeda pandangan mengenai contoh pengamalannya.
Berkata Ibnu Hazm : "Birul Walidain (berbakti kepada orangtua) adalah fardhu, wajib bagi setiap individu. Berkata beliau dalam kitab Al Adabul Kubra, berkata Al Qodli Iyyad : "Birrul walidain adalah wajib selain pada perkara yang haram".
Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali, di antaranya :
1. Allah swt berfirman, "Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak". (QS An Nisa' [4] : 36). Dalam ayat ini, berbuat baik kepada Ibu-Bapak merupakan perintah, dan perintah di sini menunjukkan kewajiban, khususnya karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan, tidak mempersekutukan Allah, serta tidak didapatinya perubahan kalimat dalam ayat tersebut, dari perintah ini.
2. Firman Allah swt : "Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (QS Al Isra' [17] : 23).
Adapun makna qadhoo, menurut Ibnu Katsir, yakni mewasiatkan. Sedangkan Al Qurthubiy memberui arti memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Asy Syaukaniy berpendapat : "Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).
3. Firman Allah swt : "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu dan Bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS Luqman [31] : 14).
Berkata Ibnu Abbas, "Tiga ayat dalam Al Qur'an yang saling berkaitan di mana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan di antaranya. Sebagaimana firman Allah swt : "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu", Berkata beliau. "Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu."
Berkaitan dengan ini, Rasulullah saw bersabda : "Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua" (HR Tirmidzi, Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).
4. Hadits Al Mughirah bin Syu'bah, dari Nabi saw beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta". (HR Imam Muslim, dalam kitab Shahih No. 1757).







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




