Selasa, 02 Maret 2010 - 16:26:43 WIB
Hikmah
Ujub, Riya' dan Sum'ah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah - Dibaca: 322 kali


Ujub adalah salah satu perbuatan yang merusak amal dan membinasakan pelakunya. Bahwasanya ujub adalah penyakit yang menghilangkan dan berlawanan dengan keikhlasan, menghilangkan rasa dzull (hina atau rendah) kepada Allah dan menunjukkan buruk dan jeleknya adabnya kepada Allah; maka ujub itu menbanggakan diri dan buta akan akan aib dan keburukan diri.

Ujub, Riya' dan Sum'ah
Ujub adalah memperlihatkan ibadah dalam bentuk sombong dan membesarkan diri dari manusia dan memperbanyak amalan tersebut. Ujub itu temannya riya', tetapi riya' itu perbuatan syirik kepada Allah dan yang dijadikan sekutu adalah makhluk selain dirinya, sedangkan ujub yang dijadikan sekutu adalah dirinya sendiri. Jadi riya' itu beribadah kepada Allah tetapi disertai niatan dan tujuan lain dari perkara dunia. Sementara ujub itu merasa hebat, paling pintar dan menyombongkan diri dihadapan Allah. Naudzubillahimindzaalik..

Pelaku riya' itu tidak merealisasi firman Allah 'Iyyaka na'budu' (Hanya kepada-Mu kami menyembah) sedang pelaku ujub tidak merealisasi firman Allah 'Iyyaka nasta'iin' (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Maka barang siapa yang merealisasi 'Iyyaka na’budu' menghilangkan riya', sedangkan yang merealisasi 'Iyyaka nasta'iin' menghilangkan ujub.

Ujub itu di dalam hati sedangkan sum'ah itu dengan lisan dan sum'ah itu semakna dengan riya' dalam hal sekutunya yaitu selain Allah dari makhluk. Maka sum'ah itu memperdengarkan amal kebaikannya kepada orang lain agar mendapat pujian atau dikatakan hebat.
 
Perbedaan antara kibr (sombong) dan Ujub
Ujub itu takjub dengan amalannya, memuji diri sendiri dan melupakan Allah swt. Ia tidak membesarkan diri di hadapan orang lain dan tidak merendahkan manusia. Tapi jika ujub ini sampai melihat dirinya lebih baik dari yang lain dan merendahkannya maka tatkala itu pula ia telah sombong.

Di antara sifat yang terkumpul dalam ujub :


Sebab Ujub
  1. Bodoh dengan hak Allah ta'ala, tidak adanya pengagungan kepada Allah dengan sebenarnya, sedikitnya ilmu dengan Nama dan Sifat Allah dan lemahnya ia ketika beribadah dengan Nama dan Sifat Allah tersebut .
  2. Lalai dengan hakekat dirinya, sedikitnya ilmu tentang tabiat dirinya  dan lalai dengan muhasabah dirinya, dan lalai dari pengawasan Allah .

Mengobati Sifat Ujub
  1. Mengenal Allah, merealisasi pengagungan kepada-Nya dengan sebenar-benarnya pengagungan, menegakkan peribadatan kepada-Nya dengan Asma dan Sifat-Nya; sesungguhnya kebaikan itu semua ditangan Allah, rohmat-Nya meliputi segala sesuatu. Allah berfirman : Artinya : "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah lah datangnya". ( An-nahl : 53 )
  2. Mengenal dirinya, mengilmui tentang banyaknya ketergelincirannya dan menuruti syahwatnya serta mengenal aib-aibnya kemudian terus bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya dan  beristiqomah padanya





0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling