Selasa, 09 Maret 2010 - 16:17:53 WIB
Jelang Tahun Kerja 2010
Mentargetkan Penghimpunan Rp 2,2 Miliar
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: DSIM Aktual
- Dibaca: 100 kali
Kamis (31/12), diselenggarakan kegiatan Rapat Kerja DSIM tahun 2009. Kegiatan yang mengambil lokasi di Wisma Inayah KM 6 ini, berlangsung selama satu hari penuh. "Agenda Raker rutin dilaksanakan setiap tahunnya, gunanya untuk mengevaluasi kerja-kerja yang telah dilakukan setahun lalu. Sekaligus sebagai ajang mempertajam agenda yang akan digulirkan pada tahun 2010", jelas Rahap Budianto manager Corporate Secretary yang juga penanggungjawab raker.
Dalam rapat tersebut terungkap beberapa fakta dan kesimpulan tentang kinerja dan hasil kerja staf dari masing-masing bidang. Inilah laporan lengkap dari masing-masing bidang
Bidang Penghimpunan (Divisi Fundraising dan Komunikasi)
Selama tahun 2009, melalui pintu Fundraising, DSIM berhasil menghimpun dana masyarakat dan juga dari pihak ketiga sebesar Rp 1,8 miliar. Meningkat sebesar 7,35% dari tahun 2008, yakni Rp 1,7 miliar. Informasi lebih jelas bisa dilihat pada grafik di bawah.
Asep Suryandana, manager Fundraising dan Komunikasi, menjelaskan dalam laporannya, "Dari total tersebut, masih bisa kita pilah lagi persentase asal dana yang dihimpun. Infak memberikan kontribusi paling besar yakni 61%, atau setara dengan 1,14 miliar. Disusul oleh zakat (26%), dana dikhususkan untuk kemanusiaan (12%) serta Dana Dilarang Syariat (1%)".
Bila dilihat dari data yang ada, kesadaran berzakat masyarakat secara umum belumlah menggembirakan. Masih di bawah 30%. Padahal, dalam Al Quran, perintah zakat langsung berada dan senantiasa digandeng dengan perintah menegakkan shalat. Seperti pada ayat berikut : "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan". (QS Al Baqarah [2] : 110).
Mengenai target yang hendak dicapai tahun 2010, tak tanggung-tanggung, Rp 2,2 miliar! "Kita menargetkan perolehan Ziswaf tahun 2010 sebesar Rp 2,2 miliar. Dengan perolehan per bulannya sebesar Rp 100 juta/bulan. Kecuali Ramadhan, kita pasang target Rp 1 miliar," ungkapnya optimis.
Sebagai perbandingan, tahun 2008 dana Ziswaf yang berhasil dihimpun Rp 1,7 M meningkat menjadi Rp 1,8 M (2009). "Perolehan tertinggi memang terjadi di bulan Ramadhan. Tahun 2008, dana yang berhasil diserap sebesar Rp 600 juta (34%) sedangkan tahun 2009, sebesar Rp 650 juta (35%)." jelasnya.
Pemberdayaan
Sementara itu, di sisi pemberdayaannya, melalui tiga pintu program yang dipunyai, penerima manfaat program DSIM dinikmati oleh 27.600 mustahik meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 24.989 jiwa. Ada pun program-program yang digulirkan disesuaikan dengan spesialisasi divisi yang menangani.
Seperti LKC yang bergerak dalam bidang kesehatan. Melalui intensifikasi programnya, selama kurun waktu 2009 telah memberikan manfaat kepada 11.801 mustahik. "Penerima manfaat ini merupakan member LKC, baik yang lama maupun yang baru", ujar dr Agus Marsyal, manager LKC sekaligus penanggungjawab utama setiap klinik yang ada di bawah LKC. Sedangkan dilihat dari jumlah total member yang terdaftar ada sebanyak 3.332 (2009) meningkat dari 3.200 (2008). "Jumlah ini merupakan member tetap. Sedangkan penerima manfaat lainnya tersebar dari lapisan masyarakat mustahik lainnya", urainya.
"Jumlah penerima manfaat kesehatan dibandingkan tahun sebelumnya memang menurun. Dari 14.758 jiwa menurun menjadi 11.801. Kita berharap ini merupakan indikasi bahwa member kita sepanjang tahun 2009 ini, tak mengalami gangguan kesehatan", jelasnya mengenai penurunan penerima manfaat LKC.
Ada pun program yang digulirkan oleh LKC di antaranya, Klinik, Pembinaan Rohani dan Pemberdayaan Masyarakat, Pos Kesehatan serta Aksi Layanan Kesehatan.
Sedangkan dari program Madrasah Ummat (MU), selama tahun 2009, berhasil memberikan manfaat kepada 8.154 mustahik. Meningkat dari tahun sebelumnya, 5.857 orang. "Dalam tahun 2009 ini, MU tak hanya fokus pada pembinaan rohani. Melalui sinergi dengan pihak lain, seperti Lembaga Pertanian Sehat (LPS) Dompet Dhuafa, Baperohis PT Telkom, Dinas Kesehatan Sosial (Dinkesos) dan lainnya, MU berhasil menyalurkan dana sebesar Rp 350 juta. Sebagian besar kita putar dalam bentuk ekonomi produktif," jelas Haryono, Manager Madrasah Ummat.
Program-program yang dijalankan oleh MU, di antaranya : Kelompok Madrasah Umat, Asuransi Kesehatan Sosial, Bina Usaha Mandiri, Bina Desa Mandiri serta Warung Ukhuwah.
Sementara itu di bidang pendidikan, Layanan Masyarakat dan Pengembangan Insani (LMPI) telah memberikan bantuan sebesar Rp 288 juta. "Porsi terbesar diberikan melalui program beastudi, yakni sebesar Rp 175 juta. Sedikitnya ada delapan jenis beasiswa yang ditangani oleh LMPI. Penerima manfaatnya sebanyak 4.098 mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi dari total keseluruhan penerima manfaat, yakni 7.645 orang," tutur Dessi Arisanti, manager LMPI.
Sedangkan program lain yang ada di bawah LMPI, di antaranya Aksi Cepat Tanggap (ACT), pemberian bantuan musafir, dan lainnya. Total penerima manfaat selama tahun 2009 ini, "Untuk tahun ini, jumlah kedatangan musafir ke DSIM mengalami penurunan namun dari segi pembiayaan meningkat. Karena kita memberikan biaya transportasi hingga sampai ke tujuan", jelas Dessi ketika ditanya mengenai perihal asnaf ibnu sabil ini. "Mereka yang datang ke DSIM ini rupa-rupa motifnya. Ada yang memang memerlukan bantuan. Ada yang sekedar mengambil keuntungan, alias berbohong.
Beberapa dari mereka yang mengaku-ngaku musafir, hampir mempunyai cerita yang sama. Ingin mudik, dompet kecopetan, KTP hilang/tak mampu menunjukkan tanda pengenal diri dan sebagainya", tambahnya. "Ada yang sudah mau ditolong, eh malah menghilang. Karena kita tak pernah memberikan bantuan dalam bentuk tunai. Langsung dibelikan karcis dan diantar ke terminal atau stasiun. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurangan atau penyalahgunaan uang tiket yang diberikan". (KJ-04)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




