Rabu, 17 Maret 2010 - 16:12:32 WIB
Milad 8 Tahun DSIM
Sebuah Refleksi Perjalanan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: From Chairman
- Dibaca: 49 kaliMengajak orang untuk berbuat baik, sebenarnya lebih ringan daripada mencegahnya dari berbuat kemaksiatan. Karena, pada prinsipnya manusia tidak merasa tertekan bila ditawari. Akan tetapi, sebaliknya manusia akan bereaksi bila keinginannya ditolak. Sehingga, wajar apabila dalam urusan ajakan berzakat, yang tidak ada unsur mencegah di dalamnya, seharusnya lebih sedikit tentangan di dalamnya. Namun, mengapa jumlah warga wajib zakat yang aktif sadar dengan kewajibannya tidak mengalami pertumbuhan maksimal?
Pertanyaan ini senantiasa menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Pertanyaan yang senantiasa menggaung dalam hati setiap amil zakat. Tak terkecuali Lembaga Amil Zakat dan Pemberdayaan DSIM. Memasuki usianya yang ke delapan tahun pada 15 Januari 2010, DSIM optimis tetap bisa melakukan pendekatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kewajiban zakat.
Tidak hanya kampanye zakat, namun juga meningkatkan partisipasi masyarakat luas dalam hal kepedulian dan filantropi. DSIM menyadari benar akan hal itu. Masyarakat perkotaan dalam lima tahun terakhir, cenderung kepada hal-hal yang bersifat spiritualitas. Mereka menjadi lebih peka terhadap isu-isu sosial keagamaan.
Komarudin Hidayat dalam tulisannya Urban Sufiism berasumsi, fenomena ini kemungkinan disebabkan karena masyarakat modern merasa kehilangan pegangan hidup setelah terlelap dalam kehidupan materialismenya. Setelah semua kebutuhan tersiernya terpenuhi (bukan hanya primer dan sekunder). Kemudian mereka mengalami kebingungan. Akan kemana hidup mereka. Kehidupan kemudian menjadi teralienasi dari mesin-mesin ciptaannya sendiri. Indikasi-indikasi ini akhirnya menimbulkan sebuah tren pencerahan spiritual pada masyarakat modern di perkotaan.
DSIM berusaha menangkap peluang dari fenomena ini dengan jalan merambah dunia web. Salah satu identitas dari masyarakat modern. Yakni peluncuran portal DSIM dan memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook. Apalagi di era serba internet ini, dunia maya tidak lagi digunakan untuk pekerjaan berat semata. Survey dari TNS Global (Marketing ed Desember 2009), akhir tahun lalu menyebutkan internet sudah digunakan dalam waktu-waktu santai. Artinya, potensi untuk menggarap wilayah ini semakin membuka lebar.
Santai di sini bermakna, internet tidak melulu digunakan untuk menyelesaikan urusan bisnis dan pekerjaan. Tetapi, dengan semakin berkembangnya tren Web 2.0, para pengguna internet sudah mampu berinteraksi di dalamnya, bahkan sanggup menembus batas-batas privasi.
Namun begitu, langkah besar DSIM di dunia web tersebut, tidak membuat DSIM tercerabut dari pondasi prinsipalnya. Di tahun 2010, DSIM memperbesar target. Bukan untuk gagah-gagahan. Yakni, 1000 muzakki baru, 1000 friend facebook dan 1000 hewan kurban! Selain itu, metode pemberdayaan pun nantinya akan menitikberatkan pada konsep entrepreneur. Pemberian kail dengan pengawasan menyeluruh untuk pengembangan potensi ekonomi yang ada pada mustahik.
Tentu, ini tidak bisa berdiri sendiri. Ada posisi dan peran anda di sana sebagai muzaki.
Sekali lagi ini adalah ajakan untuk berbuat kebaikan. Masih ada pilihan di tangan anda, apakah akan mengambil peran dalam proyek amal shalih ini? Atau masih tetap duduk dan melihat kemungkinan yang ada. Bila pilihan pertama yang dipilih, selamat! Berarti akan ada satu mustahik yang terangkat derajat ekonominya. Namun, bila anda memilih yang kedua atau tidak memilih sama sekali, maka niscaya tulisan ini akan berulang kembali di tahun depan. Wallahualam bishawab.







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




