Senin, 12 April 2010 - 15:59:51 WIB
Kumala (42); Orangtua Arwi Gusmaran
Anak Penderita Gagal Ginjal
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 117 kali
"Dari Rabu (17/3) kemaren, dek," ujar Kumala sambil mengusap perut anaknya yang membuncit. Hari itu anaknya, Arwi Gusmaran (5) kembali masuk RSMH untuk kedua kalinya. Kumala mengaku, sebenarnya ia dan suami kebingungan, mau berbuat apalagi. Tapi waktu Pak RT datang hari Selasa dan melihat kondisi terakhir Arwi, Pak RT meminta Kumala dan suaminya untuk datang dan memeriksakannya ke LKC Sambu, layanan kesehatan Cuma-Cuma dari DSIM. Begitu setelah diperiksa, dokter jaga yang ada di sana, langsung membuatkan surat rujuk ke rumah sakit. "Sebenernyo, Kami ni bingung dek. Tapi jingok Arwi cak susah nian narik nafas, laju kami bawa bae Rabu kamaren", tuturnya.
Sepintas, seperti tidak ada masalah dengan kesehatan. Anaknya ceria dan badannya subur serta sehari-hari ia aktif bermain. "Dio bungsu, anak keenam. Aku dan laki aku ni punyo anak enam. Alhamdulillah kakak dan ayuk Arwi ni sudah sekolah galo. Tapi tigo anak ayuk, yang pertama sampe yang ke tigo idak tinggal dengan ayuk-mereka tinggal di pondok arah Musi 2. Karena sekolah mereka di daerah Pemulutan", cerita Kumala.
Sebenarnya Kumala ingin mengajak mereka tinggal serumah. Tapi pindah sekolah di Palembang, perlu biaya. "Yo sudah, pecayo be samo tetanggo. Rumah di Palembang juga kecil, maklum hanya ngontrak" ujarnya menerawang. Suaminya, M Subhi (48) yang hanya menarik becak, jelas kesulitan menghidupi keluarga dengan delapan anggota kelularga ini. Penghasilannya pun juga tidak seberapa. Kumala mencoba bersabar, "Sehari-hari hanya 10-15 ribu, itu pun kalo dapet. Tapi lebih sering dak dapetnyo, karena becak daerah IP, sudah banyak - jadi harus ngantri. Yang lumayan kalo lebaran, biso nyampe 50 ribu".
Kumala sendiri bekerja sebagai tukang cuci, dan jualan jajanan pagi. Seperti burgo, lakso, kue, dan lain-lain. "Alhamdulillah dari sanalah, kami bisa makan dan mengirimkan uang untuk anak kami yang di pondok" senyumnya. Sedang gaji dari nyuci, ia bayarkan untuk uang kontrak dan hutang yang telah dipinjam. "Kadang ini dek yang buat kami bingung, bisonyo pinjem dengan keluarga tulah. Aku idak galak ngerepoti wong lain. Apalagi tetangga dalam kondisi yang sama."
Tiga orang anak Kumala, yang tinggal di Musi 2 pun harus bekerja menancap atap yang upah untuk satu buahnya hanya 100 rupiah. Sepulang sekolah, mereka ikut nancap atap. Dari uang itulah digunakan untuk ongkos dan makan, kalau Kumala dan suami belum bisa memberikan uang.
"Cak inilah, nak. Aku dak biso ngomong apo-apo lagi. Hampir sepuluh hari ini, saya dan suami tidak bekerja. Saya harus menjaga Arwi di rumah sakit. Sedang suami aku, kondisinya jugo lagi dak sehat. Jadi, susah kalo nak narik becak. Kecapekan narik becak tiap hari dari pagi sampai malam", lirihnya.
Setelah sepuluh hari dirawat di rumah sakit, kondisinya sudah agak mendingan. Tapi belum diperbolehkan balik oleh dokter. Karena masih harus sering di tes air kencing dan darahnya.
Rupanya, setelah dilakukan pemeriksaan, Arwi ternyata tidak hanya mengalami masalah dengan ginjalnya. Ia juga mengidap penyakit liver. "Kemaren waktu dibawa ke sini, seluruh badannya membesar, dan perutnya membuncit. Selain di rumah juga jarang buang air kecil. Kemaren bae kalo dak ada lauk sering makan mie. Padahal waktu masuk rumah sakit pertama kali, dokter sudah nyaranin kami, tidak boleh makan mie dulu. Ku turuti, Arwi tidak aku kasih mie, cuma kuah nya saja. Maklumlah kalo aku lagi dak masak, maka makanan kami di rumah cuma itu," ujarnya pilu.
Arwi memang sudah dirawat selama sepuluh hari, tapi mungkin masih akan dirawat sekitar 20 hari. "Karena pada waktu Arwi yang pertama dulu di rawat, sekitar 26 hari. Sudah sepuluh hari ini juga, kami idak ngunjungi anak yang di Musi 2. Karena selain idak ado ongkos, nak ngasih apo ke mereka. Paling gek ngutang lagi. Ke rumah sakit ini saja, suami juga harus jalan kaki dari daerah tembusan ke sini. Aku ngarep,Arwi ni biso cepet sembuh. Biar biso nyari duit lagi", terang Kumala Optimis. (Nurbaiti)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




