Selasa, 20 April 2010 - 16:33:04 WIB
Hikmah
Berhati-hati Dalam Memilih Makanan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah - Dibaca: 129 kali


Selama ini umat Islam hanya mengetahui apa yang halal itulah yang harus dimakan, padahal kosep Islam tidak sesederhana itu. Maka sangat disarankan bagi seorang muslim untuk memahami konsep makanan dalam Islam agar di tengah budaya konsumerisme ini umat Islam lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan.

Sekarang ini sangat banyak makanan yang masih kabur kehalalannya, atau masih dipandang halal padahal mengandung dampak yang serius.

Di kalangan Islam, permasalahan makanan masih dianggap sebagai sesuatu yang sekuler. Tidak jarang sebagian dari kita menempatkan makanan sebagai sesuatu persoalan yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Mungkin baru atau mulai bicara masalah ini saja sudah mendapat reaksi yang kurang baik. Bahkan pada tataran tertentu justru mendapat celaan yang cukup menyakitkan. Pandangan masyarakat terhadap masalah makanan tersebut, lanjutnya, menjadi benar adanya. Karena selama ini banyak dari para ulama, kiai, ustadz, guru dan lain-lain melihat makanan lebih pada tinjauan yang kurang proporsional.

Bahkan makanan sering dilawankan dengan pentingnya menjaga kebersihan diri dengan puasa yang bisa mengantarkan pelakunya sebagai pribadi yang suci. Tidak jarang orang yang sering membicarakan masalah makanan dijuluki Abdul Butun alias abdi perut, sedangkan orang yang sering puasa dijuluki Ahli Tarikat karena selalu mengosongkan perutnya.

Kalaupun menyinggung masalah makanan hanya ditekankan pada perlunya mencari makanan yang halal atau etika menyantapnya, seperti sebelum akan membaca basmalah dan mengakirinya dengan hamdalah bukan pada kajian apa makna di balik makanan halal atau apa hubungan anara makanan yang halal dan yang thoyyibah (bergizi) dengan kesehatan jasmani dan rohani.

Untuk itu, kajian terhadap dalil-dalil yang berkaitan dengan makanan pun seringkali hanya pada kulitnya saja. Sedangkan tinjauan sebaliknya belum atau tidak disentuh secara utuh. Maka tidak heran kalau umat Islam Indonesia khususnya mudah sekali menyerbu restoran yang menyediakan makanan cepat saji yang bersal dari Amerika. Padahal makan model itu di negeri asalnya sudah mulai diawasi, karena dianggap menyuplai lemak atau kolesterol terbesar.

Padahal Islam melihat makanan sebagai faktor yang amat penting dalam kehidupan manusia, di samping ibadah-ibadah yang lain. Karena makanan mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jasmani dan rohani manusia. Maka dari itu di dalam ajaran Islam banyak peraturan yang berkaitan dengan makanan, dari mulai mengatur makanan yang halal dan haram, etika makan, sampai mengatur satu peraturan yang terpenting ialah larangan mengkonsumsi makanan/minuman yang haram.

Mengkonsumsi yang haram atau yang belum diketahui kehalalannya akan berakibat serius, baik di dunia maupun di akhirat kelak sebagaimana hadits nabi, "Setiap daging tumbuh yang diperoleh dari kejahatan (jalan haram), maka neraka lebih layak baginya." (HR Imam Ahmad).

Kalau diteliti secara seksama, lebih dari 30 ayat Al Quran menyebut perintah pentingnya umat Islam menjaga dan memperhatikan makanannya. Belum lagi didukung oleh hadits-hadits Nabi yang mengupas persoalan tersebut, baik yang menyangkut zat produk maupun cara memperolehnya. Berkaitan dengan pentingnya memperhatikan produk makanan dalam sebuah haditsnya, Nabi sendiri pernah memberikan pelajaran bagi umat Islam bagaimana caranya agar seorang pedagang (produsen) makanan tidak mengelabui terhadap pembelinya dengan sistem auditing makanan yang akan dijual.

Semangat yang bisa kita ambil pelajaran dari Nabi, adalah bagaimana antara produsen makanan dan konsumennya harus saling memberikan perlindungan terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Lebih-lebih masalah ini menjadi persoalan yang sangat krusial di tengah pesatnya teknologi pangan, yaitu produsen makanan tidak transparan dengan konsumen muslim yang senantiasa dituntut oleh ajarannya agar selalu memperhatikan makanannya.




0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling