Rabu, 12 Agustus 2009 - 14:21:44 WIB
Kilas Balik Perjalanan Majalah Insan Mulia
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik
- Dibaca: 308 kali
Semua berawal dari semangat untuk menerbitkan media islami. Adalah Adi
Aprilliansyah, Chairman Dompet Sosial Insan Mulia yang jauh sebelum
berdirinya DSIM mempunyai keinginan kuat untuk bisa menerbitkan media
cetak sendiri. Sasarannya adalah menerbitkan media islami dengan
content khusus yang berisi tentang edukasi zakat dan filantropi. Ide
ini berkutat terus-menerus dalam benak sang Chairman. Baru pada
pertengahan 2005, tepatnya di bulan Juni ide besar sang Chairman coba
untuk direalisasikan. Maka didirikanlah divisi otonom yang lebih elegan
disebut dengan unit usaha Mulia Media Communication (MMC). Di bawah
koperasi karyawan DSIM.
Maka ditariklah tenaga-tenaga baru untuk mewujudkan mimpi besar itu.
Yang pertama adalah Irwan Syahputra (relawan KKI/Komite Kemanusiaan
Indonesia) ditunjuk sebagai Manager MMC. Kemudian Meta Ayuni
(Koresponden Ummi wilayah Palembang) sebagai redaktur pelaksana. Lalu
Muhammad Harpani, Abdul Latif dan Anton Da Karola (Koran Kampus InFOCUS
– UNSRI) duduk dalam dewan redaksi serta Fahriansyah dan Joko Sutrisno
di pos Desain Grafis. Serta Awwal Kharisma di bagian IT maintenance.
Dengan Adi Apriliansyah sebagai penanggungjawab. Tak lupa pula,
menempatkan KH Tol’at Wafa Ahmad Lc, H Toto Haryanto Lc, DR Yuwono Bio
Med, Imam Mansyur Lc, dr Legiran, Ir Salihul Fajri dan dr Dian Rennuati
dalam jajaran redaktur ahli.
Setelah melalui serangkaian diskusi dan brainstorming, maka terbitlah
Koran Jumat (KJ) edisi pertama pada 1 Juli 2005. Berformat tabloid
hitam putih dengan tebal delapan halaman dan terbit setiap Jumat.
Dengan segera KJ menjadi fenomenal di kalangan aktivis dakwah. Karena
ia menjadi semacam penunjuk eksistensi, bahwa dengan modal seadanya
mampu lahir media massa dengan sentuhan profesional. Hal ini bisa
dilihat dari iklan yang masuk setiap edisinya, cukup untuk menambal
kekurangan ongkos produksi. Penyeriusan di lini marketing juga ditandai
dengan ditariknya Muhammad Tias di bagian Sirkulasi/Iklan dan Secillia
di Corporate Secretary. Roda penerbitan berputar deras dengan semangat
tenaga baru.
Setelah berlangsung beberapa edisi. KJ pun bersolek menambah halaman
dan lebih berwarna. Ini pun atas saran dari beberapa pembaca yang
mengharapkan KJ terbit berwarna dan lebih tebal. Setelah melalui
rangkaian pertimbangan baik dari segi isi dan bisnis, akhirnya KJ pun
terbit dengan format baru. Edisi 35 (17 – 30 Maret 2006 / Safar 1427 H)
KJ terbit dengan cover dan tiga halaman lain yang berwarna. Ukuran
tetap dengan format tabloid dan tebalnya menjadi 16 halaman. Demi
menjamin keberlangsungan urusan keredaksian, maka pos Pemimpin Redaksi
diserahkan kepada Muhammad Harpani. Frekuensi penerbitan diubah menjadi
dua kali sebulan setiap jumat. Sebuah loncatan yang luar biasa.
Di tengah perjalanan, dua orang staf KJ mengundurkan diri. Joko
Sutrisno (desain grafis) dan Awwal Kharisma (IT Maintenance) mundur per
1 November 2006. Maka tinggallah Fahriansyah yang mengurusi desain
grafis. Peraasan sedih dan kehilangan segera menyergap, namun roda
telah berputar dan the show must go on. Para awak redaksi pun segera
“bergegas” kembali dengan segala tugas penerbitan.
Loncatan kembali dilakukan, saat muncul gagasan untuk mengubah format
KJ menjadi majalah. Bukan tanpa alasan dan bukan pula tanpa pengalaman
sama sekali. Karena pada sebelumnya, DSIM telah sukses menerbitkan KJ
edisi spesial Ramadhan dengan format majalah pada Ramadhan 1426 H/2005
M. Maka penerbitan KJ dibuat vakum dan diganti dengan peluncuran
majalah dengan tajuk Insan Mulia. KJ “mengakhiri” tugasnya pada edisi
52/Desember 2006, dengan masa terbit kurang lebih selama 17 bulan.
Banyak sudah cerita suka dan sedih yang terjalin. Namun dengan itulah
pengalaman awak redaksi tertempa.
Majalah Insan Mulia terbit perdana pada Januari 2007, mengambil momen
lima tahun perjalanan DSIM dalam dunia amil dan filantropi. Berformat
majalah dengan ukuran A4 dan tebal 28 halaman (plus cover). Sempat
terbit sebanyak sembilan edisi, dari Januari hingga November 2007.
Sebelum akhirnya di tahun 2008 kembali berubah format. Tahun 2007
adalah tahun kesedihan bagi awak redaksi. Personil satu persatu mundur.
Meta Ayuni mengajukan permohonan pengunduran diri pada Mei 2007.
Disusul kemudian Abdul Latif, per September 2007 juga resign karena
diterima sebagai PNS. Kesedihan pun bertambah saat Fahriansyah (desain
grafis) juga mengundurkan diri menjelang THK 1428 H, karena kesibukan
kuliah dan keinginan membuka usaha sendiri. Irwan Syahputra yang
sebelumnya menjabat manager MMC, juga mengundurkan diri pada November
2007 dengan alasan yang sama. Untuk memulai usaha sendiri di bidang
percetakan (Mulia Grafika).
Maka secara resmi, redaksi efektif hanya menyisakan dua orang. Muhammad
Harpani dan Anton Da Karola. Sedih, malah boleh dibilang sangat sedih.
Apalagi manajemen DSIM tidak memugkinkan untuk merekrut staf baru.
Tugas dan tanggungjawab di redaksi tidaklah berkurang. Amanah memang
sama jumlahnya. Namun dengan penanggung yang sedikit, tentu beban yang
ditanggung akan terasa semakin berat. Apakah kami yang tinggal harus
tetap bersedih? Untunglah DSIM tidak berniat untuk menutup apalagi
menghentikan penerbitan majalah. Dengan dukungan moril dan materiil
personil DSIM secara umum, maka pijakan redaksi coba dikuat-kuatkan.
Tahun 2008 pun dilalui dengan sedikit tertatih. Posisi desain grafis
diisi oleh Muhammad Zakaria dan untuk membantu pos redaksi direkrut
relawan yang siap bekerja paruh waktu, Rakhmat Adinugroho.
Ada kevakuman di bulan Desember dan Januari, memang. Namun, majalah
DSIM dengan format baru, akhirnya bisa terbit pada Februari 2008.
Mengambil format A5 (setengah dari ukuran majalah sebelumnya) dan tebal
32 halaman (plus kover). Dengan personel yang terbatas, dua bulan
kevakuman tersebut diisi dengan persiapan penerbitan majalah serta
refreshment layout dan struktur redaksi. Untungnya, keterbatasan yang
ada tidak berarti menumpulkan inovasi ide. Maka, pada Mei 2008 DSIM
secara resmi menggandeng FLP OI untuk mengisi suplemen Lembar Moeda
yang ditujukan untuk pembaca dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
(KJ-04) 






Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




