Senin, 24 Mei 2010 - 15:51:47 WIB
Suhardi (19), Pelajar
Aku Ingin Tetap Bersekolah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah - Dibaca: 68 kali


Saya anak ke empat dari enam bersaudara, dan termasuk anak yang terlambat lulus. Tapi saya tidak putus asa, karena tak ada kata terlambat untuk belajar. Usia tujuh tahun, saya baru duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (Desa Ngunang, Muba). Dan baru pindah ke Palembang waktu duduk di kelas 5 SD dengan alasan kakak yang akan membantu membiayai sekolah. Orang tua pun ikut ke Palembang, karena kata kakak - 'ayah bisa jualan di palembang.'

Tapi sejak di Palembang, ternyata kakak tidak bisa banyak membantu. Karena sama-sama memiliki kebutuhan, akhirnya saya membantu ayah jualan, dari ngikut ayah jualan es, jualan kantong asoi di pasar KM 5 (waktu SD) dan jualan koran juga waktu SMP. "Bukan buat apo-apo, cuma untuk nambahi duit ongkos samo duet jajan sekolah." Bahkan karena jualan koran ini-saya tidak sekolah hampir satu tahun, itu terjadi waktu saya duduk di kelas 2 SMP dimana masa-masa antar pencetak koran bersaing, jadi kami sebagai penjual yang mengambil koran, mau tidak mau harus menghabiskan koran. Sampai-sampai, pernah jual koran cuma 500 rupiah. Karena saat itu, koran yang diambil tidak bisa dikembalikan lagi. Tapi itu pun jarang mencapai target uang yang harus disetorkan, karena itu saya menumpuk hutang. Dan mau tidak mau saya harus melunaskan hutang-hutang itu. Sejak saat itu, saya hanya dapet capek saja kalo jual koran. Karena uang yang didapat, sebagian harus disetor untuk membayar hutang.

Alhamdulillah syukur, saya tidak dikeluarkan dari sekolah. Malah kepala sekolah memanggil dan menanyakan, "Ngapo idak masuk? Masih nak sekolah kan?" langsung saja ku jawab "Iyo", karena saya ingin jadi anak yang bisa membanggakan orang tua, dan mendapatkan pendidikan tinggi. Karena dua anak pertama, cuma sekolah sampai SD, dan tepat di atas saya hanya sampai SMA kemudian kerja. Saya memiliki keinginan untuk bisa kuliah, walau mungkin orang tua sudah tidak mampu membiayai lagi. Untuk itu, saya akan kerja dulu sebelum kuliah.

Ayah yang bekerja sebagai penjual es di depan sekolah arah balayudha, sedangkan ibu, di rumah bae. Merekalah yang menyekolahkan dan menjaga kami semua. Sejak SD saya terbilang anak pendiam dan tidak suka bergaul dengan teman-teman. Karena itulah, saya tidak punya kawan. SMA, saya mau jadi anak biasa, yang bisa bermain atau sekedar ngomong dengan kawan. Jadi, di SMA inilah saya mengikuti banyak organisasi, dari yang namanya Rohis, Osis, KIR, TIK. Dan berkeinginan untuk bisa kembali berprestasi semasa SD. Tapi mengembalikan semangat yang hilang sejak SMP ternyata susah juga. SMA, aku ikutan organisasi dengan alasan supaya bisa bersosialisasi dan menyemangati aku dalam belajar.

Tapi kebanyakan organisasi, membuat saya tidak maksimal dalam belajar-karena belum bisa mengatur jadwal. Hingga akhirnya hanya bisa masuk 10 besar saja. Tapi itu tidak membuat saya putus asa, saya tidak ingin antara belajar dan organisasi dua-duanya mengalami kegagalan. Jadi, saya mengambil pilihan harus berprestasi dalam hal organisasi. Dalam organisasi ini, khususnya rohis-"Saya pernah juara 1 lomba da'i se-SMA 6 (2008), juara 1 lomba da'i antar sekolah (2009)."

Saya memang senang sekali dalam hal ke Islaman. Sejak gabung di IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) As sa'adah, saya merasa ketenangan dalam hal keagamaan. Jualan koran pun dilepas. Sejak SMA, saya tidak lagi bekerja, dan fokus ke sekolah. Waktu SMA ini sempat juga jualan minyak wangi, dan pulsa. Tapi sejak kelas 3 ini, saya konsentrasi ke belajar karena mau kelulusan. Alhamdulillah, saya lulus (28/4).(tersenyum).

Sekarang saya mau berusaha mewujudkan cita-cita. Saya mau jadi PNS, atau bekerja di perusahaan, atau menjadi pengusaha. Yang sebenarnya tujuan saya "nak buat lapangan pekerjaan". Sekarang ini ancang-ancang dulu, mungkin akan mencari kerja dulu, setelah itu baru kuliah dengan uang sendiri. (Nurbaiti)



0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 







DSIM Aktual (52)
From Chairman (14)
Gugah (57)
Hikmah (59)
IdeA (32)
Keajaiban Sedekah (29)
Mozaik (63)
Mulia Parenting (4)
Tahukah Anda (30)






ACT (2)
Akikah Mulia (3)
Kemanusiaan (1)
Kurban 1430 H (5)
LKC (4)
LMPI (5)
MU (5)
Ramadhan (1)
Tabungan Kurban (2)





• 17 Juni 2010
Aksos di Talang Andong, Banyuasin

• 15 Juni 2010
Poskes dan PMT di Tegal Binangun Plaju

• 15 Juni 2010
Penyerahan Infak siswa-siswi Nurul Fikri melalui DSIM

• 29 Mei 2010
Familly Gathering Siswa Kelas 6 SDIT Izzuddin

• 15 Mei 2010
Seminar & Bedah Buku "Saat Berharga Untuk Anak Kita"












Anda pengunjung ke




Add DSIM as friend

Profil Facebook Dsim Palembang



Pagerank Info

PageRank

PagerankAlexa.Com

PagerankAlexa.Com



Lingkar Sinergi











e-zakat









Darimana Anda mengenal DSIM?

Buletin Jumat
Newsletter
Spanduk
Facebook
Lain-lain
Teman

Hasil Poling