Kamis, 27 Mei 2010 - 12:39:35 WIB
Saidina Usman, Staf Madrasah Ummat DSIM
Semua Minta Tambah
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA
- Dibaca: 31 kali
Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa setiap bulan pada tanggal 11,
saya mengambil uang angsuran mustahik di Angkatan 66. Sebenarnya
pengambilan uang angsuran tersebut disepakati pada tanggal 11 setiap
bulannya. Namun, karena tanggal tersebut jatuh pada hari libur jadi
pengambilannya dialihkan esoknya. Ternyata, pada hari libur itu sebagian
mustahik dari mereka datang ke rumah Ibu Sakdiah, tempat berkumpulnya
kelompok kami. Mereka mengira saya akan datang pada hari itu.
Jadi,
ketika keesokan harinya saya datang ke rumah Ibu Sakdiah rumah tampak
sepi dan masih banyak yang belum datang. Sebelum acara dimulai saya
sempatkan untuk mengobrol dengan mustahik. Obrolan tersebut cukup lama
karena binaan yang lain belum datang. Jadi sembari menunggu, saya
manfaatkan untuk berbincang-bincang agar semakin akrab dengan mustahik.
Kemudian tidak lama mereka bertanya kepada saya.
"Apakah hari
minggu siang kemarin saya datang kesini?"
Saya jawab tidak. Saya
jelaskan kepada mereka bahwa hari Minggu biasanya orang-orang sibuk
dengan bermacam urusan dan digunakan untuk istirahat.
Kurang
lebih 30 menit kami menunggu binaan yang lain tetapi tetap saja masih
sedikit yang datang. Akhirnya kami sepakati untuk memulai acaranya
karena sudah terlalu lama menunggu. Dalam kesempatan itu saya
menyampaikan bebarapa hal mengenai manajemen usaha. Misalnya dalam
menjalankan suatu unit usaha kita harus mengatur keuangan. Catat berapa
pengeluaran, modal dan keuntungan. Jangan sampai kita tidak mengetahui
perputaran uang pada kita. Bila hal ini tidak dilakukan kita tidak
mengetahui perkembangan usaha yang kita jalankan.
Lalu kita
harus mempunyai jaringan atau membuka usaha tidak hanya di tempat
tinggal kita tapi di tempat lain. Mengenai yang satu ini bisa dimulai
dari perkenalan, dan buka usaha di tempat orang yang kita kenal. Para
binaan sebenarnya telah melakukannya. Misalnya Pak Sofyan. Ia mempunyai
lebih dari satu usaha. Seperti menjual kacang, ditempat tinggalnya dan
juga menitipkan di warung milik orang lain. Kemudian Pak Sofyan juga
berjualan ubi, mainan anak-anak serta usaha menjahit. Melihat ini, dapat
dipastikan bahwa Pak Sofyan akan memperoleh keuntungan yang besar
karena jenis usahanya yang banyak.
Setelah materi yang saya
sampaikan selesai, saya berikan kesempatan kepada para binaan untuk
bertanya dan menyampaikan keluhannya. Para binaan semuanya kompak dan
sepakat agar bantuan modal ditambah. Mereka mengatakan pinjaman modal
yang pertama Rp 500 ribu masih kurang untuk dagang atau usaha. Tambahan
modal menjadi Rp 1 juta sangat mereka butuhkan. Sebab uang pinjaman Rp
500 ribu tidak cukup apa-apa. Mereka mengatakan pada saat datang bulan
puasa nanti, pasti usaha apa saja laku dan mendatangkan banyak
keuntungan.
Oleh karena itu tambahan modal sangat mereka
harapkan. Mendapatkan keuntungan dan membuat mustahik sukses merupakan
misi dari pembinaan ini. Setelah menyampaikan harapan dan keluhannya,
pertemuan pada hari itu kami tutup. Pertemuan dari bulan pertama dan
kedua sangat berbeda sekali. Bulan pertama para binaan banyak yang hadir
dan kekompakannya sangat terlihat. Tetapi bulan kedua sedikit berkurang
dan agak sepi. Kalau ditanya mengapa tidak bisa hadir ada saja alasan
mereka.
Banyak urusan dan lain-lain. Tetapi alasan yang mereka
sampaikan memang bisa diterima logika. Ada kepentingan lain yang tidak
bisa dibatalkan sehingga mereka tidak dapat hadir. Tetapi binaan yang
hadir berharap semoga mereka yang tidak dapat hadir, bulan depan bisa
hadir. Supaya dapat berkumpul dan bertemu lagi di dalam pembinaan
kelompok. Jadi siapkah kita untuk membantu harapan mereka? 






Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




