Rabu, 16 Juni 2010 - 16:06:58 WIB
Kajian Keislaman
Menjaga Shalat Subuh
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Mozaik
- Dibaca: 150 kali
Salah seorang pemimpin Yahudi pernah menyatakan, bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal, jika jumlah jamaah umat Islam pada saat sholat Subuh mencapai sama jumlahnya dengan sholat Jumat.
Begitulah. Shalat Subuh dengan segala kelebihannya, apalagi ditunaikan berjamaan di masjid, akan menggetarkan musuh Islam, termasuk kaum Yahudi. Namun, bagaimana fenomena shalat Subuh di masjid di sekitar kita? Sungguh menyedihkan. Jangankan ke masjid, untuk menunaikannya sebelum matahari terbit saja beratnya minta ampun.
Benarlah sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya dua shalat ini (subuh dan isya) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak." (H.R. Ahmad dan Nasai)
Maka malulah kita disindir dengan hadist di atas. Kita tentu menolak disebut munafik. Dan bisa saja berdalih, masih mengantuk. Semalam begadang menyelesaikan pekerjaan. Masjid jauh dari rumah. Azan tidak kedengaran dari rumah. Lupa memasang alarm, dan sekarung dalih lainnya.
Jika kita merasa begitu sulit mencari rizki, kemana-mana selalu gagal, jalan terasa buntu, perbaikilah Shalat Subuh kita. Karena shalat Subuh itu memberi jaminan rizki. Suatu hari Nabi saw usai melaksanakan shalat Subuh dan kembali ke rumah. Didapatinya Fatimah, putrinya, sedang tidur. Beliaupun membalikkan tubuh Fathimah dengan kai beliau, kemudian berkata. "Hai Fatimah, bangun dan saksikan rizki Rabb-mu, karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat Subuh dan terbitnya Matahari." (HR Al Mundziri).
Maka, sekali lagi benarlah Rasulullah bahwa shalat Subuh berjamaah hanya mampu dikerjakan oleh mereka yang kuat.Karena shalat Subuh adalah sumber kekuatan. Maka, pada dasarnya ini adalah soal bagaimana mengambil energi dari langit.
Shalat Subuh jugaadalah perlawanan. Dan hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang kuat. Ketika syetan mengubah telinga-telinga mereka menjadi kubangan kencing, maka orang-orang yang lemah terlelap kembali. Dan akhirnya pagi berlalu tanpa sempat mengambil energi kekuatan. Sementara orang-orang kuat bergegas dengan semangatnya melawan tipu daya syetan.
Saat syetan mengikat tiga ikatan, orang-orang mukmin yang kuat melawannya, mengurai ikatan itu satu persatu. Dengan bangun lalu berdoa, "Alhamdulillah, ahyana ba'dana amatana wailahinnusyur" maka ikatan pertama lepas. Dengan berwudhu, ikatan kedua pun terlepas. Lalu, bersegera menegakkan shalat Subuh, maka terurailah ikatan ketiga.
Mari camkan hadist Rasulullah saw berikut ini : "Siapa yang melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, maka ia akan berada dalam perlindungan Allah. Apabila seseorang berada dalam perlindungan-Nya pasti Allah tidak akan menuntut apapun darinya. Karena siapa yang dituntut oleh Allah, dengan kekuasaanya, pasti tercekal. Dan barangsiapa yang tercekal, pasti akan dilemparkan ke dalam api neraka." (HR Muslim dan Ahmad).
Maka merugilah bagi mereka yang melalaikan dan mengabaikan kemanfaatan yang ada di balik Shalat Subuh berjamaah di masjid ini. Maka, berniatlah sekarang Subuh esok kita menjadi satu dari jamaah shalat Subuh di masjid kita tercinta ini, Amin!
Wallahualam bish shawab.







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




