Rabu, 21 Juli 2010 - 09:15:16 WIB
Emi Rizki Amelia (18); pelajar
Tiada Kesuksesan Tanpa Persiapan Matang
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Gugah
- Dibaca: 31 kaliAmbisius mungkin bisa diartikan sebagai sifat yang terbilang tidak baik
bagi sebagian orang, tapi tidak dengan saya. Ketika saya menginginkan
sesuatu, maka saya harus meyakinkan hati dan pikiran, kalau saya pasti
bisa mendapatkannya. Saya berambisi ketika sesuatu yang diinginkan itu
berada di depan mata, contohnya prestasi di sekolah.
Berbagai
macam cara saya lakukan untuk mendapat peringkat di kelas. Baik itu
dari belajar bareng dengan teman, ikut les tambahan, kemudian belajar
kembali di rumah, semua itu saya lakukan agar bisa membahagiakan orang
tua, dan membantu mereka. Alhamdulillah selama duduk di bangku Sekolah
Menengah Atas (SMA), saya selalu mendapatkan juara pertama di kelas.
Saya pun mendapatkan hadiah dari sekolah berupa gratis SPP selama
beberapa bulan. Dan beberapa kali juara umum di sekolah.
Saya
anak pertama dari tiga bersaudara. Cita-cita saya ingin menjadi dosen,
selain penghasilannya lebih besar dibanding guru, saya juga ingin
berbagi ilmu dengan banyak orang.
Pernah suatu hari di kelas
saya mendapatkan teguran dari guru, bukan karena saya membuat keributan
di kelas, tetapi setiap pertanyaan dari guru yang bisa saya jawab, saya
akan langsung menjawab-kemudian guru bilang "Emi, bukan kamu sendiri
yang belajar. Tapi teman-temanmu juga. Jadi, kasih kesempatan yang
lain."
Saya bukanlah anak yang hanya fokus pada pelajaran,
tanpa peduli dengan yang lainnya. Apalagi dibilang "kutu buku". Sebutan
"anak yang ceria" itu sempat dilontarkan teman saya, mengingat
komunikasi dengan teman sekelas tidak saya beri batasan. Ya, kecuali
kalau ulangan. Main-main waktu belajar, itu biasa. Tapi tidak waktu
ulangan (tersenyum).
Hobi saya membaca, khususnya buku
cerita dan novel terutama yang lucu dan serial misteri. selain itu, saya
juga suka menulis puisi. Dulu sering membuat puisi, tapi sekarang sudah
jarang. Puisi hanya akan dibuat sebagai kado penghantar bagi teman yang
ulang tahun (tersenyum).
Saya mengenal DSIM ini sejak kelas
satu SMA. Alhamdulillah, sejak kelas satu hingga sekarang-saya
mendapatkan beastudi dari DSIM. Dari uang tersebut, saya bisa gunakan
untuk bayaran SPP yang tinggal beberapa bulan dalam waktu satu semester.
Selebihnya untuk beli buku pelajaran, ataupun uang les tambahan.
Keinginan terbesar saya adalah membahagiakan kedua orang tua, serta
membuktikan pada mereka kalau saya bisa menjadi anak yang sukses, dan
berhasil. Karena itu, segala sesuatu yang ingin saya wujudkan butuh
persiapan dari sekarang. Motto saya, tidak ada kesuksesan tanpa
persiapan yang matang. Alhamdulillah, satu keinginan telah terwujud
yaitu masuk UNSRI tanpa tes yaitu melewati jalur PMP (Penyaluran Minat
Prestasi) dan lulus di Fakultas MIPA jurusan matematika.
Masa
menjadi mahasiswa baru akan dimulai, dan saya harus menyiapkan
persiapan lebih lagi, karena banyak keinginan yang harus bisa
diwujudkan.
Teruntuk DSIM dan para donatur, saya ucapkan
terimakasih karena telah membantu saya bersekolah dari kelas satu SMA
hingga lulus sekolah. Harapan saya, DSIM lewat para donaturnya bisa
membantu anak-anak yang lain juga yang memiliki keinginan besar seperti
saya dalam mendapatkan pendidikan. (Nurbaiti) 






Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




