Rabu, 12 Agustus 2009 - 14:24:17 WIB
Adakah Orang Lain Berdoa Untuk Kita?
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah
- Dibaca: 314 kali
Ini kisah bebas yang dikirim secara berantai kepada alamat email salah
satu staf redaksi. Ibarat hadis, kisah ini sanadnya terputus, tak jelas
nama penulisnya dan tidak ada keterangan apakah kisah ini nyata atau
renungan penulisnya saja. Namun isinya, insya Allah bisa menjadi
renungan bagi kita semua. Semoga bermanfaat
* * *
Ashabul kisah, seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan
akhirnya stroke. Sudah tujuh malam dirawat di ruang ICU sebuah RS
swasta. Malam itu, Malaikat datang menghampiri si pengusaha yang
terbaring tak berdaya.
Sang malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50
orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya
jika tidak, kau akan meninggal dunia!” Setelah itu malaikat pun pergi
dan berjanji akan datang satu jam sebelum batas waktu yang sudah
disepakati.
Keesokan malam, tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya.
"Aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi
sampai saat ini baru tiga orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu
tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada
50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu". Berdegup kencang dada sang
pengusaha.
Tanpa menunggu reaksi darinya, sang malaikat menunjukkan layar besar
menyerupai refleksi hologram di depannya, siapa tiga orang yang berdoa
buat kesembuhannya. Terlihatlah wajah duka dari sang istri, sementara
di sebelahnya ada dua orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa
dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.
"Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan memberikanmu kesempatan
kedua”, kata malaikat sambil menunjuk di layar hologram tadi. Terlihat
si istri sedang berdoa jam dua subuh! "Tuhan, aku tahu kalau selama
hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah
mengkhianati pernikahan kami, tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun
dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk
menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapan Mu. Tapi Tuhan,
tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka
masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka
seorang diri."
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata, bahunya turun naik
menahan tangis. Tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang
kelihatan tirus karena kurang istirahat. Melihat peristiwa itu, air
matanya turut mengalir tak kalah derasnya di pipi pengusaha ini. Timbul
penyesalan, selama ini dia bukanlah suami dan ayah yang baik untuk
keluarganya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan
anak-anak padanya.
Pukul 23:50. Melihat waktu yang
makin sempit, semakin menyesal si pengusaha ini. Tapi waktunya sudah
terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara 2.000
karyawanku, ratusan kerabatku, puluhan teman bisnisku dan teman
organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak
tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini.
Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang
baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".
Si pengusaha tertunduk lemah dan pasrah, kalau malam ini adalah malam
yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak
dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah
deras…
Pukul 24:00, tiba-tiba si malaikat berkata,"Hai Fulan, Tuhan melihat
air matamu dan penyesalanmu! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47
orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapa
mereka. Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi
bulan lalu. “Bukankah itu Panti Asuhan?”, kata si pengusaha pelan.
"Benar, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang
lalu, walau kami yang ada di langit, tahu tujuanmu saat itu hanya untuk
mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan
investor luar negeri. "
"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran.
Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma
adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak
panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu." Meledaklah tangisan
yang menderas dipenuhi rasa syukur yang amat mendalam.. (*) 






Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




