Rabu, 12 Agustus 2009 - 14:30:05 WIB
Beri Sebanyak-banyaknya, jangan sebaliknya
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: IdeA
- Dibaca: 465 kali
Ditulis Oleh: Anton DC
Para penggemar novel karya Andrea Hirata penasaran bagaimana Riri Riza
menerjemahkan kesan dan imajinasi yang mereka dapat dari buku tersebut
ke dalam bahasa visual. Bagi yang belum membaca novel berjudul sama,
film ini diharapkan mampu menampilkan spirit novel yang disebut-sebut
sangat inspiratif itu.
Film Laskar Pelangi layak dinobatkan sebagai film Indonesia
sesungguhnya. Cerita dan pesan yang disampaikan menggambarkan realitas
nasional, meski kisahnya diangkat dari cerita lokal di Provinsi Bangka
Belitung.
Meski memotret cerita pendidikan yang tertinggal, tetapi pesan yang
diangkat di dalam film ini cukup banyak.Ada unsur akulturasi budaya,
moral, pendidikan, human interest, ketekunan, keberanian, kesederhanaan
serta rasa sosial yang tinggi. Semua pesan ini sangat mengena karena
disampaikan secara natural.
Tokoh Lintang mengingatkan saya pada seorang mahasiswa Fakultas Teknik
Unsri yang setiap hari menghabiskan waktu bolak-balik Palembang –
Indralaya dengan sepeda! Bayangkan, jika saya saja yang ke kantor
dengan jarak tempuh sama menggunakan motor kadang merasa pegal dan
jenuh (apalagi bersepeda). Beberapa kali sempat saya berpapasan di
jalanan yang padat kendaraan dengan anak keturunan Cina ini.
Kita sangat meyakini bahwa bangsa yang besar ini memiliki banyak bibit
unggul, tetapi karena kurang pantauan dan perhatian akhirnya mereka
yang disebut bibit unggul dari putra bangsa ini semakin termarginalkan.
Berkaca dari Film Laskar Pelangi
Melalui siaran radio, secara tidak sengaja saya menangkap komentar
Bambang di Bekasi tentang Laskar Pelangi bahwa ternyata untuk
berprestasi tidak mesti di sekolah favorit.
Tetapi yang menjadi pertanyaan,apakah semua jenis pendidikan ini bisa
dinikmati oleh seluruh putra bangsa yang sedang membutuhkan pendidikan.
Sesungguhnya kita bangga memiliki banyak jenis pendidikan dengan gedung
yang mewah.
Apa pun, dalam konteks pendidikan, pemerataan pembangunan gedung
sekolah menjadi sangat penting agar disparitas pendidikan itu tidak
terlalu lebar.
Namun yang menjadi keprihatinan kita, biaya pendidikannya banyak tidak
terjangkau. Akhirnya yang berhasil terserap dalam dunia pendidikan itu
hanyalah mereka yang secara ekonomi memiliki kemampuan.
Memang dunia pendidikan kita cenderung ironis, di satu sisi dunia
pendidikan sedang dituntut otonom, tetapi di sisi yang lain,
kemandirian ini semakin menjauhi dan kurang peduli dengan persoalan
ketidakmampuan masyarakat di lapisan bawah dalam menjangkau biaya
pendidikan.
Kita harap kehadiran film Laskar Pelangi bisa menjadi inspirasi bagi
kalangan pendidikan untuk melakukan revitalisasi dalam membangun dunia
pendidikan yang adil dan bermutu. (SINDO, berbagai sumber).
---------------------------------------------------------------------------------------
Akulturasi = proses percampuran beberapa budaya dan saling mempengaruhi
Human interest (Inggris) = hal-hal yang berkenaan dengan sifat-sifat baik dan menarik
Disparitas = perbedaan ; jarak
Termarginalkan = terpinggirkan ; terbatasi
Ironis = kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan
Revitalisasi = proses, cara, untuk memvitalkan (membuat jadi sangat penting [bagi kehidupan]) 






Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




