Selasa, 25 Agustus 2009 - 13:00:35 WIB
Bergembira menyambut Ramadhan
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah
- Dibaca: 143 kali
Menyambut bulan Ramadhan ini, Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk menyambutnya dengan semangat kegembiraan. Ini wajar mengingat bulan Ramadhan merupakan penghulu dari segala bulan. Hal ini tercermin dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya: "Telah datang bulan Ramadan, penghulu dari segala bulan, maka hendaklah kita mengucapkan selamat datang kepadanya, telah datang bulan puasa dengan membawa segala rupa keberkatan, maka alangkah mulianya tamu yang datang ini." (HR Ahmad)
Ramadhan juga merupakan salah satu bentuk "pesantren kilat" yang bertujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang benar-benar memahami nilai-nilai agama Islam, sehingga dengan pemahaman yang benar tersebut menjadikan kita untuk lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugas kita sebagai makhluk-Nya. Di bulan inilah, seluruh umat Islam di dunia telah menghabiskan waktunya untuk berpuasa di siang hari dan menggunakan waktu malamnya untuk melaksanakan ibadah lainnya seperti disamping melaksanakan sholat fardhu, juga diikuti dengan sholat tarawih serta memperbanyak membaca al-Qur'an dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mengharapkan ridho dan maghfirah-Nya.
Rasulullah SAW merupakan pribadi seorang pemimpin yang paling berkualitas dan paling sukses dalam sejarah merubah peradaban manusia telah membawa misi mulia sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam fiman-Nya. (QS.Al-Jumu'ah: 2). Di dalam ayat tersebut, Allah SWT telah menerangkan kepada kita tentang misi utama pengutusan Nabi Muhammad SAW. Dari tiga poin utama yang telah diterangkan oleh Allah SWT tersebut adalah:
Pertama, membacakan ayat-ayat-Nya. Disini Rasulullah SAW mendapat tugas yang mulia untuk menyampaikan ayat-ayat Allah SWT yaitu tentang tauhid (mengesakan Allah SWT).
Kedua, membersihkan mereka (dari hal-hal yang menuju kepada kekafiran dan kelakuan yang tidak baik). Seorang Nabi yang ummi tidak pernah merasa terbebani dengan tugas yang telah diembankan kepadanya. Beliau menjalankan semua tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. Di sini kita perlu mencatat bahwa adalah wajib bagi seorang pemimpin untuk selalu memberi peringatan terhadap umatnya terutama dalam masalah penjagaan akidah.
Ketiga, mengajarkan kitab dan hikmah. Peranan Rasulullah SAW dalam mengajarkan kitab dan hikmah ini telah dapat kita rasakan sampai saat ini. Tanpa adanya misi Rasulullah SAW untuk mengajarkan kita sebagai umatnya, adalah mustahil kita bisa membaca dan memahami makna yang terkandung didalam al-Qur'an itu sendiri, dimana dalam al-Qur'an tersebut sudah jelas banyak mengandung hikmah. Dan "mengajar" dalam konteks Indonesia saat ini adalah seorang pemimpin hendaknya tidak mengabaikan masalah pendidikan, yang selama ini memang sudah sering didengung-dengungkan. Satu hal yang yang perlu kita peringatkan kepada pemimpin bangsa Indonesia yang baru hendaknya mereka tidak menaruh perhatiannya terhadap urusan pendidikan ini separuh hati saja.
Di bulan ini pulalah, kita sebagai seorang Muslim dilatih untuk melakukan segala tindak-tanduk kita sesuai dengan aturan hukum yang sudah ditentukan oleh Allah SWT baik di waktu bangun maupun tidur kita, di kala makan dan berpuasa, di saat kita bertindak dan diam. Semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT sang pemilik alam semesta. Disinilah prilaku seorang yang dipanggil dengan Abdullah (Hamba Allah) akan terlihat dengan jelas, tidak hanya di bulan Ramadhan saja, tapi juga di bulan-bulan yang lain.







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




