Selasa, 25 Agustus 2009 - 14:58:07 WIB
Generasi Tangguh, siapa peduli...?
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: From Chairman
- Dibaca: 193 kaliSaya sangat miris, ketika harus melewati perempatan simpang charitas, apalagi di malam hari. Termasuk ada beberapa persimpangan jalan lainnya yang ada di kota Palembang. Penyebabnya tak lain adalah, saya harus dengan terpaksa menyaksikan tatapan anak kecil sembari menggendong balita, menengadahkan jari-jemari kecilnya ke setiap pengemudi kendaraan bermotor. Berharap Kepedulian. Sekedar recehan menyambung asa mereka, yang mungkin hanya cukup untuk hari itu saja. Ya, satu hari. Tidak lebih. Untuk esok hari, lain lagi urusannya. Untuk anak seusia mereka, adalah tempat dan lakon yang salah sekali jika mereka melakukan hal tersebut. Anak yang semestinya sedang bermain & belajar, bersiap menyongsong perjuangan hidupnya kelak, perjuangan 10, 20, atau 30 tahun kedepan. Dan bukannya malah bermain & 'belajar' di persimpangan jalan. Disaat anak-anak yang lain sedang asyik bernyanyi bersama, mengeja huruf, angka dan juz amma, mereka malah 'asyik' berpanas terik, menjejal jalanan aspal yang panas. Apa yang bisa dihasilkan dengan "gaya pendidikan" seperti itu...? Lantas, siapa yang mau disalahkan ...? orang tuanya kah, atau pemerintah kah, atau aktivis sosial yang memakan dana pembinaan Anjal, atau siapa...?
Tapi, dalam beberapa minggu terakhir ini, pemandangan itu sudah tak tampak lagi. Alhamdulillah. Syukur kalau ada solusi jitu sehingga persoalan tersebut memang sudah tertangani dengan baik. Bukan ditutup-tutupi. Semoga.
Anak, merupakan salah-satu anugerah Allah SWT yang sangat berharga. Dalam Islam, nilai strategis anak mempunyai dimensi dunia dan akhirat. Di dunia, anak merupakan pelanjut generasi, penyambung asa & perjuangan serta melanjutkan keberlangsungan kehidupan itu sendiri. Sedangkan di akhirat, anak lah yang termasuk menjadi penentu kehidupan orang tua apakah mendapatkan kesenangan hidup di surga atau kesengsaraan hidup di neraka. Selain itu, perhatian kita kepada anak-anak janganlah berangkat dari kesadaran egoistis. Hanya memperhatikan dan mengayomi anak kandung kita saja.
Pada setiap muslim, harus mempunyai kesadaran bersama bahwa anak adalah penentu kelanjutan bangkit & kokohnya Dien Islam ini kelak. Maka setiap generasi muslim harus memperhatikan & mempersiapkan pula secara bersama Pembinaan anak-anak mereka untuk meyambung estafet generasi selanjutnya. Generasi yang kokoh dan tangguh, bukan generasi lemah dan mudah berkeluh kesah.
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar " ( QS. An nisaa' : 9 )
Ada yang memberi, ada yang mendiamkan. Bahkan tak sedikit yang mencemoohkan. Apa peduli kita...? mereka para dhuafa tersebut adalah kebanyakan adalah muslim juga, maka siapa yang akan menolong umat miskin kalau bukan dari kalangan umat sendiri......? Jangan salahkan siapa-siapa....







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




